Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman memberikan penjelasan pola pengamanan pilkada. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kepolisian Resor Sampang, Madura, Jawa Timur, akan menggunakan pola pengamanan tempat pemungutan suara (TPS) untuk Pilkada serentak pada 27 Juni 2018 mendatang. Kamis (8/2/2018).

Hal itu diungkapkan Kapolres Sampang AKBP Budi Wardiman, saat menghadiri acara sosialisasi antar instansi bagi kalangan pers atau media mengenai Pemilihan Bupati dan Wakil Bupati Kabupaten Sampang yang diselenggarakan KPU.

“Pola perbandingan itu melibatkan personel Polri dan petugas perlindungan masyarakat (linmas) yang disesuaikan dengan kondisi wilayah,” kata Budi.

Ada pun untuk pengamanan TPS terbagi dalam kategori aman dan rawan. Pola perbandingan yang digunakan TPS aman yakni dua anggota Polri ditambah sepuluh linmas menjaga lima TPS.

Sedangkan untuk klasifikasi TPS rawan 1 akan dijaga oleh dua anggota Polri dan delapan linmas untuk empat TPS. Kemudian, untuk TPS rawan II akan dijaga dua Polri, dua linmas untuk satu TPS.

“Selain itu ada 2 TPS khusus yaitu RSUD dan Lapas serta 36 TPS rawan banjir,” jelas Kapolres Sampang.

Polisi juga memastikan beberapa kecamatan di Kabupaten Sampang masuk kriteria paling rawan yaitu Kecamatan Kota Sampang, Kedungdung, Karang Penang dan Ketapang. Namun pemetaan ini baru sementara karena sewaktu-waktu bisa saja berubah.

“Empat kecamatan ini masuk kategori paling rawan karena ada sejarah kelam pada pilkada sebelumnya, seperti jumlah Daftar Pemilih Tetap (DPT) yang tidak sesuai dengan kenyataannya, adanya keterlibatan kepala desa dan lain-lain,” ungkapnya.

Budi menambahkan, upaya kedepan pihaknya akan turun ke wilayah tersebut untuk melakukan monitoring langsung atau memberikan himbauan langsung baik kepada penyelenggara yang harus bekerja profesional, kades yang tidak boleh ikut politik praktis, dan memberikan himbauan kepada masyarakat setempat agar memilih sesuai hati nuraninya.

Sementara itu, Ketua KPU Sampang Syamsul Muarif menyampaikan, dengan adanya pertemuan tersebut, secara kelembagaan pihaknya ingin mengajak teman-teman pers untuk bisa bekerja sama untuk memberikan sosialisasi dan edukasi kepada masyarakat agar tahu banyak tentang tahapan dan profil calon, sehingga pemilih itu akan cerdas ketika sudah banyak informasi yang di dapat. 

“Adanya persepsi yang sama bahwa pilkada ini milik kita bersama, kesuksesan itu tidak tergantung dari penyelenggara tapi dari semua stakeholder yang ada di Kabupaten Sampang,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.