Lokasi penganiayaan guru masih terpasang police line, Selasa (6/2/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kepala Kepolisian Resor Sampang, Madura, Jawa Timur, AKBP Budi Wardiman, melalui Wakapolres Kompol Suhartono, menyampaikan pelaku penganiayaan guru yang menyebabkan meninggalnya Ahmad Budi Cahyanto, dititipkan ke Rumah Tahanan (Rutan) Kelas IIB Sampang.

“Sekarang HI, pelaku penganiayaan ditempatkan ke Rutan karena usia pelaku masih anak-anak,” kata Suhartono.

Suhartono mengatakan, kasus penganiayaan yang dilakukan HI siswa pelajar ini masih dalam pemberkasan. Penyidik terus mendalami penyelidikan dan mengumpulkan sejumlah bukti.

Tak hanya itu, polisi hingga kini masih memasang police line di tempat kejadian perkara usai melakukan olah TKP. Tepatnya di luar halaman ruang kelas XII di SMA Negeri 1 Torjun.

Pantuan mediamadura.com, mulai pagi hari seluruh siswa dan siswi mengawali kegiatan belajar mengajar terlebih dahulu menggelar tahlil dan pembacaan surat yasin untuk almarhum Ahmad Budi Cahyanto.

Kepala Sekolah SMA Negeri 1 Torjun, Amat menjelaskan pengajian sebelum proses belajar digelar dalam masa berkabung. Hal ini akan dilakukan selama tujuh hari kedepan.

“Pengajian digelar di setiap kelas sampai hari ketujuh wafatnya Pak Budi,” ungkap Amat.

Sebagai bentuk ungkapan duka, seluruh siswa juga mengenakan pita hitam yang dipasang di lengan kanan.

Sedangkan, untuk kegiatan belajar mengajar pasca tragedi di sekolah tersebut kembali normal.

Amat menambahkan, agar kejadian tersebut tidak terulang kembali, pihaknya akan mengefektifkan kembali peran guru terutama peran guru bimbingan dan konseling (BK) untuk mengetahui sejak dini tentang perilaku setiap anak yang masuk ke sekolahnya.

“Berjalan lancar seperti biasanya sudah kondusif,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.