Puluhan wanita pemandu karaoke kompak sesalkan aksi penutupan tempat hiburan oleh Pemerintah Kabupaten Pamekasan

Pamekasan, (Media Madura) – Peraturan Bupati (Perbup) yang mengatur tentang tempat hiburan karaoke di Kabupaten Pamekasan, Madura, jawa Timur telah diterbitkan.

Salah satu isinya mengatur, bahwa pintu tiap ruangan di tempat karaoke harus menggunakan kaca transparan, sementara wanita pemandu karaoke harus berpakaian sopan dan rapi.

Ketua Peguyuban Pengusaha Tempat Hiburan Pamekasan, Agus Sujarwadi, menguraikan, pihaknya sudah mengetahui dan bahkan mengkaji adanya Perbup tersebut.

“Setelah penutupan tempat karaoke beberapa waktu lalu keluarlah Perbup Nomor 07 Tahun 2018,” katanya, Selasa (6/2/2018).

Ditambahkan oleh pria yang saat ini menjabat sebagai ketua Partai Gerakan Indonesia Raya (Gerindra) itu, pihaknya telah menerima Perbup baru tersebut setelah melakukan rapat koordinasi dengan Pemkab bersama para pengusaha tempat hiburan belum lama ini.

“Artinya pengelolaan tempat hiburan harus menyesuaikan dengan isi Perbup tersebut,” tambah Agus.

Selain kaca (pintu room) harus transparan, dalam isi Perbup itu salah satu isinya mengatur setiap tempat hiburan harus ada CCTV-nya. Sakelar yang semula ada di dalam ruangan, harus ditempatkan di luar ruangan.

“Jadi untuk menyesuaikan dengan isi Perbup tersebut, kami pengusaha hiburan butuh waktu,” tuturnya.

Para pengusaha hiburan telah melakukan kesepakatan perihal batas akhir pembukaan tempat karaoke yang rencananya akan dibuka serentak pada tanggal 17 Februari 2018 setelah sebelumnya gagal membuka pada Sabtu malam lantaran terganjal Perbup tersebut.

Adanya Perbup tersebut bertujuan untuk menjaga moralitas anak muda, di mana penampilan yang serba mini tersebut mengundang seseorang melakukan sesuatu yang tidak diinginkan. Untuk melaksanakan Perbup di kalangan pemandu lagi akhirnya dibentuk peguyuban pemandu karaoke.

Reporter: Rifqi
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.