Salah satu mobil milik LPI rusak parah setelah diserang warga di Desa Ponteh, Jumat.

Pamekasan, (Media Madura) – Ketua Koloman Pojok Surau (KPS) RPA Wazirul Jihad, meminta penegak hukum agar segera melakukan tindakan, terhadap aksi sweeping Laskar Pembela Islam (LPI), di Desa Ponteh, Kecamatan Galis, Pamekasan, Madura, Jawa Timur, Jumat (19/1/2018) lalu yang berakibat kepada beberapa warga mengalami cedera.

Kata Wazir, dalam aksi tersebut ada yang perlu dievaluasi. Terutama menyangkut aspek hukum dan kemanusiaan, secara umum pihaknya mengapresiasi dan mendukung penuh niat baik LSM, organisasi kemasyarakatan, organisasi Islam, dan kelompok-kelompok apa pun yang telah mengupayakan penutupan lokalisasi dan tempat-tempat hiburan yang terindikasi mengandung unsur kemaksiatan.

“Pada hakikatnya saya sangat mendukung, namun cara yang dilakukan harus baik dan berdasar aturan hukum yang berlaku di negeri ini,” katanya, Rabu (24/1/2018).

Wazir menambahkan, harusnya dalam aksi tersebut tidak perlu ada tindak kekerasan terhadap masyarakat dengan mengatasnamakan apa pun. Kekerasan terhadap kemanusiaan dalam bentuk apa pun dilindungi hukum dan undang-undang.

“Kami meminta seluruh elemen masyarakat dan pemerintah bersama sama menghindari tindakan provokatif yang mengganggu ketenangan dan kenyamanan kehidupan masyarakat. Etika sosial dan nilai-nilai kemanusiaan perlu dijaga,” tambahnya.

Mantan aktifis Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Surabaya itu meminta dengan tegas aparat pemerintah untuk terlibat aktif terhadap pengawalan penegakan amar makruf nahi mungkar dan meminta kepada penegak hukum agar menindak tegas pelaku yang main hakim sendiri dan pelaku anarkisme.

“Kami mengajak masyarakat selalu mengedepankan cara yang santun. dalam mencegah kebatilan serta menggandeng pemerintah,” tutup Wazir.

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.