Pamekasan, (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Pamekasan, Madura, Jawa Timur, resmi menutup lima tempat karaoke di wilayah itu menyusul desakan Laskar Pembela Islam (LPI) Madura.

Ditegaskan oleh Pelaksana Teknis (Plt) Sekretaris Daerah (Sekda) Pamekasan, Mohammad Alwi, pihaknya telah resmi menutup semua tempat karaoke yang diduga menyalahi peraturan daerah (Perda) dan peraturan bupati (Perbup) dengan ditandatangani langsung oleh pemilik.

“Semua tempat karaoke telah resmi ditutup,” katanya di depan massa saat istigasah bersama di lapangan pendopo Ronggosukowati, Senin (22/1/2018).

Saat penandatanganan keputusan penutupan usaha karaoke itu, disaksikan oleh Kapolres Pamekasan, AKBP Teguh Wibowo dan Dandim 0826 Pamekasan Letkol Inf. Nuryanto yang diketahui oleh Wakil Bupati, Khalil Asy’ari. FPI, LPI dan Auma.

“Semua elemen telah menerima semua (surat penandatangan penutupan, red),” tambah Alwi di hadapan massa dengan menggunakan bahasa Madura.

Adapun tempat karaoke yang telah resmi ditutup, karaoke King One, Kampoeng Kita, Putri, Dapoer Desa dan tempat karaoke Pujasera. Semua pemilih tempat karaoke tersebut telah menandatangani kesepakatan di atas materai perihal kesepakatan penutupan itu.

“Salah satu isi poin pernyataan dalam surat tersebut adalah, jika terbukti sah melanggar perda atau perbup bersedia menutup dan ditutup selamanya, semuanya sudah ditutup,” tambah Kabid Penegakan Perundang-undangan Satpol PP Pamekasan, Mohammad Yusuf Wibiseno.

Reporter: Rifqi
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.