Rabu, Oktober 5, 2022

Tak Capai Target, PAD Pasar di Sampang Dinaikkan Rp 5,5 Miliar

Must read

- Advertisement -

Sampang, (Media Madura) – Kepala Dinas Perdagangan dan Perindustrian (Disperdagprin) Kabupaten Sampang Wahyu Prihartono, melalui Kasi Pengelolaan Pasar Sapta Nuris Ramlan, mengungkapkan retribusi Pendapatan Asli Daerah (PAD) dari sektor pasar tradisional di Sampang tidak mencapai target.

“Penyebabnya karena banyak pedagang enggan membayar uang sewa dan perpanjangan ijin tempat,” kata Sapta, Rabu (3/1/2018).

Dijelaskannya, dari 24 pasar tradisional di Sampang hanya menghasilkan PAD sebesar Rp 2,6 miliar dari target Rp 4,9 miliar.

“Realisasi PAD pasar hanya 53 Persen dari target 4,9 miliar,” terangnya.

Tunggakan retribusi pasar terbanyak yakni Pasar Srimangunan, Omben, Tanjung, Pangarengan, dan Batorasang. Padahal, uang sewa wajib dibayar tiap bulan. Sementara perpanjangan izin tiap tiga tahun sekali

Sapta mengatakan, masing-masing kios pasar ada kelasnya. Yakni, kelas I, II, dan III. Biaya sewa kios kelas I Rp 5 ribu per bulan, kelas II Rp 4 ribu, kelas III Rp 3.500. Sedangkan, biaya perpanjangan Rp 2 juta per tiga tahun.

Alasan pedagang enggan membayar uang sewa kios karena lokasi kios tidak strategis yang menyebabkan dagangan kurang laku.

Selain itu, ada sejumlah pasar yang tidak ditarik retribusi karena masih dalam proses revitalisasi atau pembangunan. Seperti Pasar Lebak, Torjun, Rongtengah, Margalela, dan Sreseh.

”Minimnya kesadaran pedagang untuk membayar sewa kios pemicu retribusi PAD tidak mencapai target, makanya kami sering sosialisasi kepada pedagang agar memenuhi kewajibannya termasuk berkerja sama dengan Satpol PP untuk menagih tunggakan jika menunggak selama tiga bulan berturut-turut akan disanksi berupa denda,” jelasnya.

Sapta menambahkan, saat ini penarikan retribusi ada peraturan baru, tergantung panjang dan lebar kios. Pada tahun 2018 ini target PAD pasar naik menjadi Rp 5,5 miliar.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -

Latest article