Bangkalan, (Media Madura) – Kecelakaan tragis terjadi di jalan Raya Desa Karang Gayam, Kecamatan Blega, Bangkalan, Jumat malam sekitar pukul 23.00 WIB.

Lokasinya 100 meter sebelah utara Pom Bensin Blega. Dekat musala yang pernah jadi tempat pembunuhan seorang kepala desa pada awal 2017 lalu.

Kecelakaan itu antara Bus Akas nomor polisi N 7071 UR dan mini bus Mobilio. Mini bus isi sembilan orang, enam diantara tewas. Empat tewas di TKP, dua lainnya tewas di Puskesmas Blega.

Tiga lainnya selamat namun kritis, mereka sempat dapat pertolongan tim medis Puskesmas Blega. Tapi kemudian dirujuk ke RSUD Sampang.

Para korban meninggal masing-masing Mohammad Agus, 45 tahun. Fitri Wulandari, 21 tahun. Nafidah, 45 tahun. Siddiq, 40 tahun. Safi’i. 45 tahun dan Aftar, 3,5 bulan.

Ada pun korban luka yaitu Suhairiyah, 38 tahun. Alif, 12 tahun dan Nanda, 11 tahun. “yang Balita itu meninggal di puskesmas, sampai puskesmas matanya masih terbuka, senyum, tak ada luka,” kata Imam, Satpam Puskesmas.

Para penumpang mini bus nahas itu dikabarkan masih satu keluarga dan tinggal di dusun yang sama yaitu dusun Juklantek, jalan melati, Kelurahan Banyuanyar.

Setelah tiga jam di puskesmas Blega, jenasah diantarkan pulang ke rumah duka pakai tiga ambulance.

Kapolsek Blega, AKP Hartanta menututkan kecelakaan bermula karena bus hendak menghindari sepeda motor di depannya.

Namun, nahas saat bersamaan muncul mini bus dan tabrakan tak terhindarkan. Reporter : Mukmin Faisal
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.