Kasi Pendma Kemenag Sumenep, Moh Tawil

Sumenep, (Media Madura) – Sebanyak 562 guru yang telah lulus sertifikasi pada tahun 2016 di bawah naungan Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur masih belum menerima dana tunjangan sertifikasi.

Namun demikian, Kasi Pendma Kemenag Sumenep, Moh Tawil memastikan pada awal 2018 nanti para guru akan mendapatkan dana tunjangan sertifikasi. Sebab, menurutnya semua administrasi yang harus dipenuhi sudah selesai semua.

“(Sertifikasi terhutang) Itu tinggal pencairan saja, awal tahun depan bisa direalisasikan. Karena kalau saat ini banyak pegawai yang ambil cuci akhir tahun,” ujarnya.

Ia menjelaskan, masing-masing sergur yang tidak dibayar, akan dibayarkan pada awal tahun nanti akan mendapatkan tunjangan Rp 18 juta selama satu tahun.

Menurut Tawil, pencairan dana tunjangan guru akan dilakukan dalam tiga tahap. Tahap satu sudah dilaksanakan dengan anggaran Rp 63 miliar untuk 3.200 guru sertifikasi di lingkungan Kemenag Sumenep.

“Dalam pembayaran tunjangan guru itu, kami pastikan tidak ada pemotongan. Meskipun untuk mengurus tunjangan terhutang ini membutuhkan proses panjang,” klaimnya.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.