Pasar Hewan Terpadu di Sumenep Tidak Diminati

Must read

- Advertisement -

Sumenep, (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur telah memindahkan pasar hewan dari Desa Bangkal, Kecamatan Kota ke pasar hewan Terpadu yang berlokasi di Desa Pakandangan Sangra, Kecamatan Bluto.

Namun, pemindahan yang dilakukan pada tanggal 20 Oktober 2016 lalu itu belum menunjukkan dampak positif, terutama terhadap antusiasme pedagang hewan itu sendiri.

Pasalnya, pasar hewan yang awalnya diharapkan mampu mendatangkan pedagang hewan dari Pamekasan itu malah kurang diminati. 

Para pedagang hewan baik sapi dan kambing enggan untuk datang ke pasar tersebut yang digadang-gadang akan dijadikan pasar modern tersebut.

Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) setempat, Syaiful Bahri pun tak menampik hal itu. Bahkan secara jujur ia mengakui, bahwa setiap kali pasaran, jumlah sapi yang dipasarkan hanya sekitar 70 ekor. 

Jumlah tersebut jauh lebih sedikit dibandingkan pada awal mula pasar terpadu dibuka, apalagi dibandingkan dengan pasar yang lama.

“Ya, awal dibuka (dipindahkan.red), ada sekitar 400 ekor sapi yang dijual, dan waktu pasar hewan masih di Bangkal bisa mencapai 700 hingga 1.000 sapi setiap kali pasaran,” akunya.

Menurut Syaiful Bahri, berdasarkan informasi yang pihaknya himpun, enggannya pedagang datang ke pasar hewan itu lantaranjarak yang terlalu jauh dari rumah para pedagang. 

Sebab, mayoritas para pedagang hewan terutama sapi, berasal dari Kecamatan Dungkek, Batu Putih, Gapura, Batang-batang dan juga Pasongsongan.

“Disamping itu juga, faktor minimnya fasilitas yang ada, sehingga pedagang malas datang,” ujarnya.

Untuk itu, pihaknya merencakanan kedepan terus melakukan perbaikan agar pedagang hewan tertarik untuk melakukan jual beli hewan di sana.

“2018 kami akan menambah fasilitas, seperti, MCK (mandi, cuci dan kakus), musalla, dan juga pemasangan paving, agar saat musim hujan tidak lagi becek,” tegasnya.

Untuk diketahui, di Kabupaten Sumenep memang terdapat beberapa pasar hewan, selain pasar hewan terpadu di Kecamatan Bluto, yaitu pasar hewan di Kecamatan Gapura, Kecamatan Rubaru, Kecamatan Lenteng, dan pasar hewan di Desa Pamolokan, Kecamatan Kota Sumenep.

Reporter : Rosy 
Editor : Arif

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article