Dua tersangka saat ditahan Kejari Sampang pada Kamis 14 September 2017 lalu. (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Kasubsi Pelayanan Tahanan Rutan Kelas IIB Sampang Jamaludin, memastikan dua orang penghuni lapas yang beragama kristen tidak akan mendapat remisi di Hari Natal pada 25 Desember 2017 mendatang.

“Karena keduanya masih berstatus tahanan dari pengadilan dan masih menjalani proses peradilan,” kata Jamaludin, Senin (18/12/2017).

Dijelaskan Jamal, dua tahanan itu adalah Obet, seorang PNS di Biro Administrasi dan Sumber Daya Alam (SDA) Pemerintah Provinsi Jawa Timur, dan Doni, seorang tenaga honorer di Biro Administrasi dan SDA. Mereka asal warga Surabaya.

Mereka ditahan oleh Kejaksaan Negeri Sampang pada kamis 14 September 2017 kemarun, atas kasus dugaan korupsi pengadaan sapi dan kandang fiktif tahun anggaran 2013.

“Untuk mengajukan remisi ya nanti tahun 2018,” jelasnya.

Sekedar diketahui, dua tahanan ini terlibat kasus korupsi karena merugikan uang negara sebesar Rp 40 juta. Mereka ditahan hasil pengembangan kasus tersangka sebelumnya yang sudah menjalani hukuman, yakni Nasiri warga Desa Torjunan, Kecamatan Robatal, Kabupaten Sampang.

Kejari Sampang menahan dua warga Surabaya ini setelah menerima pelimpahan berkas dari Kejaksaan Tinggi Jawa Timur. Sebab, kasus ini berada di wilayah hukum Sampang.

Dalam pengadaan itu, bantuan dana hibah tahun 2013 dianggarkan sebesar Rp 40 juta per kelompok. Program pengadaan untuk 10 ekor sapi dan kandang melalui Kelompok Masyarakat (Pokmas).

Namun, ternyata bantuan pemerintah tersebut diduga fiktif untuk diberikan di Desa Gulbung, Kecamatan Pangarengan, Kabupaten Sampang.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Arif

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.