Sampang, (Media Madura) – Kepala Bidang Guru dan Tenaga Kependidikan Dinas Pendidikan (Disidik) Kabupaten Sampang Arif Budiansor, mengungkapkan sebanyak 30 kepala sekolah berstatus pegawai negeri sipil (PNS) di wilayah Sampang turun jabatan kembali menjadi guru biasa.

Hal itu diketahui setelah Disdik Sampang melakukan penyegaran dengan mutasi guru TK, SD, dan SMP. Jumlah guru yang dimutasi ada 130 guru PNS, diantaranya tersebar di Kecamatan Kota Sampang, Kedungdung, Ketapang, Robatal, Banyuates, dan Sokobanah.

Ke-130 guru itu rinciannya, 3 guru TK, 99 guru SD, dan 28 guru SMP. Mereka dimutasi hanya pindah tugas dari sekolah sebelumnya ke sekolah lain yang masih dalam satu kecamatan.

“Mutasi guru ini untuk penyegaran dan mengisi jabatan kepala sekolah yang masih banyak diisi oleh Pelaksana tugas (Plt), serta atas dasar kekurangan guru yang berstatus PNS di semua jenjang pendidikan di Sampang terutama SD,” kata Arif.

Dijelaskan Arif, mutasi dilakukan di internal kecamatan tersebut mempertimbangkan pengajuan dari unit pelaksana teknis (UPTD) Disdik di masing-masing kecamatan. Sebab, UPTD yang dinilai tahu kondisi di lapangan.

Dengan alasan, Disdik tidak mau mengutak-atik ketersediaan guru di tiap kecamatan. Terutama, kecamatan di wilayah pantura yang hingga saat ini kekurangan guru berstatus PNS.

”Kami masih kekurangan 1.500 guru PNS, makanya tidak sembarang memutasi karena ada tim pengawas yang menilai, mutasi guru bakal dilaksanakan minggu ketiga bulan ini, soal SK sudah kami ajukan kepada bupati, termasuk kepala sekolah yang dikembalikan menjadi guru biasa yang mayoritas akan pensiun pada 2018,” jelasnya.

Arif menambahkan, guru dari wilayah pantura tidak akan dimutasi ke kota. Disdik tidak akan mengurangi jumlah guru PNS di wilayah pantura. Sebaliknya, Disdik ingin menambah atau melakukan pemerataan guru PNS hingga pelosok.

“Setiap tahun kami mengajukan penambahan guru PNS, tapi belum ada tanggapan dari pemerintah pusat,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan