Bocah tak Tamat SD di Sumenep Sodomi Balita

Sumenep, (Media Madura) – Sungguh miris apa yang menimpa dua bayi yang masih berusia dibawah lima tahun (Balita) di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur.

Betapa tidak, bocah inisial AR (perempuan) dan inisial H (laki-laki), warga Dusun Mamburit, Desa Kalisangka, Kecamatan Arjasa, Pulau Kangean harus mengalami tindakan cabul.

Mereka berdua dicabuli dan disodomi oleh bocah lainnya inisial RR (13) warga Desa Sepanjang, Kecamatan Sapeken. 

Perbuatan tak senonoh itu dilakukan di dalam rumah milik Satrawi, tepatnya dikamar tamu Dusun Mamburit, Desa Angkatan, Kecamatan Arjasa.

“Tersangka anak tak lulus SD yang sehari-hari ikut kakak iparnya bekerja sebagai nelayan,” kata Kasubag Humas Polres Sumenep, AKP Suwardi, Selasa (5/12/2017).

Kata Suwardi, tersangka melakukan sodomi atau berbuat cabul terhadap korban dengan cara menurunkan celana pendek selutut milik korban, pertama-tama ia melakukannya kepada korban H.

Tetapi perbuatannya kepada H tidak lancar, sehingga ia melakukannya kepada anak inisial AR, ia melancarkan aksinya dengan yang sama.

Peristiwa itu baru terungkap setelah pada siang hari, ibu korban mencari AR untuk disuruh tidur siang. AR ditemukan di rumah Satrawi. Setelah itu dibawa pulang.

“Namun saat mau tidur siang itu, AR menangis kesakitan. Setelah dicek celana dalamnya ada bercak darah dari anusnya, lalu korban AR mengaku sudah disodomi pelaku. Lalu orang tuanya lapor ke Kades diteruskan ke Polsek Kangean,” terangnya.

Untuk mempertanggung jawabkan perbutannya, tadi pagi sekitar pukul 03.00 WIB tersangka ditangkap polisi. Kini, Ia didampingi keluarganya masih dalam perjalanan menuju Polres Sumenep.

“Tersangka dijerat Pasal 82 ayat (1) jo 76 E Undang-undang RI Nomor 35 tahun 2014  perubahan atas Undang-undang RI Nomor 23 tahun 2012 tentang Perlindungan Anak,” tegas Suwardi.

Reporter : Rosy
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.