Sampang, (Media Madura) – Kantor Kementerian Agama (Kemenag) Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, menganggarkan dana sebesar Rp 49.6 miliar untuk tunjangan profesi guru (TPG) dan tunjangan profesi pendidik (TPP). Dana puluhan miliar bersumber dari APBD dan APBN itu diperuntukkan bagi 1.440 guru berstatus PNS dan non PNS.

Kasi Pendidikan Madrasah (Pendma) Kemenag Sampang Mawardi, mengatakan program sertifikasi tersebut dicairkan selama per triwulan dalam setahun. Dari 1.440 guru rinciannya 370 guru PNS, dan 1.070 guru non PNS. Sertifikasi berlaku bagi semua tenaga pengajar tingkat SD/MI hingga SMP/MTs di Kabupaten Sampang.

“Besaran anggaran penerima tidak sama, untuk guru non PNS menerima Rp 1,5 juta, dan guru PNS satu kali gaji sesuai dengan golongan,” kata Mawardi, Senin (4/12/2017).

Dijelaskan Mawardi, pencairan di tahun 2017 sudah terealisasi ketiga kalinya. Sedangkan triwulan keempat akan dilakukan pada bulan Desember. Pencairan saat ini mengalami keterlambatan dari pemerintah pusat. Meski demikian, Kemenag Sampang tidak bisa mengeluarkan dan mengubah keputusan pencairan dana tersebut.

“Kemenag adalah lembaga vertikal sehingga semua kebijakan terkait dana TPG kewenangan pusat, tapi kami sudah melakukan pemberkasan diajukan ke pemerintah pusat, kemungkinan akhir tahun bisa cair,” ungkapnya.

Dirinya berharap, guru yang mendapatkan TPG bisa menggunakan dana tersebut untuk lebih meningkatkan pengetahuan dan mutu keahlian dalam menyampaikan materi pembelajaran kepada siswa dengan baik. Misalnya, dengan banyak mengikuti pelatihan atau seminar pendidikan, membeli buku pelajaran, dan semacamya.

“Kami menjalankan program pelatihan keguruan bagi guru penerima TPG. Di masing-masing kecamatan ada tim pengawas yang mengoordinasi pelaksanaan kegiatan tersebut,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.