Pria Ini Setubuhi Adik Ipar Hingga Empat Kali

Advertisement

Sampang, (Media Madura) – Kepolisian Resort Sampang, Madura, Jawa Timur, berhasil mengamankan Pai alias Rifai (35) warga Dusun Prekaten, Desa Samaran, Kecamatan Tambelangan, Kabupaten Sampang.

Pria tamatan Sekolah Dasar (SD) itu ditangkap pada Selasa (21/11/2017) malam kemarin setelah dilaporkan mertuanya ke polisi karena diduga telah menyetubuhi adik iparnya hingga empat kali.

Korban berinisial UT (17) warga Desa Karang Anyar, Kecamatan Tambelangan.

“Orangtua korban merupakan mertuanya melapor ke polisi setelah cukup bukti langsung kita bergerak menangkap pelaku di rumahnya,” kata Kasat Reskrim AKP Hery Kusnanto mewakili Kapolres Sampang AKBP Tofik Sukendar, Rabu (22/11/2017) siang.

Tersangka digelandang ke Mapolres Sampang perkara dugaan kasus pencabulan anak dibawah umur, Rabu (22/11/2017). (Ryan Hariyanto/MM).

Hery dalam gelar perkara di Mapolres Sampang, mengungkapkan perbuatan pelaku terungkap setelah aksi terakhirnya diketahui oleh istrinya, R (30). Korban sebelumnya memang bercerita kepada R, karena didesak dan selalu curiga dengan kelakuan Pai.

Peristiwa pencabulan terjadi di rumah kontrakan korban pada pertengahan November 2017. Motifnya pelaku hanya karena tergiur dengan kemolekan tubuh korban. Pelaku menyetubuhi korban yang masih duduk di bangku menengah atas tersebut saat tertidur.

Jarak antara kontrakan korban dengan pelaku tak terlalu jauh. Empat kali kejadian dilakukan yakni satu kali di kontrakan korban dan tiga kali di rumah pelaku.

“Empat kali pencabulan, pertama dilakukan tanpa ada penolakan korban, sehingga aksinya terus diulang, terakhir kejadian diketahui sama istri pelaku usai menyetubuhi korban,” ungkapnya.

Dari tangan pelaku, polisi mengamankan barang bukti baju pakaian korban. Pelaku dijerat dengan pasal 81 Undang-undang (UU) nomor 35 tahun 2014 tentang perbuahan atas UU nomor 32 tahun 2002 tentang perlindungan anak.

“Acaman hukumannya penjara minimal lima tahun dan maksimal 15 tahun penjara,” pungkas Hery.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

1 KOMENTAR

Tinggalkan Balasan

Situs ini menggunakan Akismet untuk mengurangi spam. Pelajari bagaimana data komentar Anda diproses.