Bangkalan, (Media Madura) – Lembaga Survei Lesure menggelar survei terkait Pilkada Bangkalan 2018. Survei dilakukan selama dua pekan sejak 1 hingga 11 November 2017. Mereka wawancara 600-an orang di 18 kecamatan. Lesure hanya butuh waktu 1 hari mengolah seluruh data untuk kemudian dirilis ke publik.

“Jadi data survei kami masih fresh dan menghasilkan banyak kejutan,” kata Direktur Lesure, Mufti Mubarok, Senin, 13 November 2017.

Kejutan yang dimaksud Mufti karena hasil survei lembaganya jauh berbeda dengan lembaga survei lain yang sudah rilis lebih dulu. Misalnya survei Lingkar Jatim yang menempatkan nama Latief Amin sebagai sosok paling populer dan elektabilitasnya tertinggi dibanding calon lain.

Sebaliknya survei Lesure justru hasilnya menonjolkan nama Bir Aly, politisi Nasdem sebagai calon terpopuler mengalahkan inkamben. “Survei kami memang tidak sampai ke pelosok desa, sebagian besar yang kami sampling wilayah perkotaan,” tutur Mufti.

Ada lima belas tokoh yang disurvei Lesure. Untuk popularitas Bir Aly paling tinggi diangka 98,2 persen. Kemudian secara berturut-turut di bawahnya ada nama Bupati Bangkalan, Makmub Ibnu Fuad dengan 97.4 persen. Imam Buchori 95.1 persen. Mondir Rofi’i 93.6 persen. Hasani Zubair 89.2 persen.

Nasih Aschal 75.6 persen. Abdul Latief Amin 58.7 persen. Hasan Buchori 42.4 persen. Mathur Husairi 31.4 persen. Fathkurrahman 29.1 persen. Mohni 28.8 persen. Aliman Haris 19.6 persen. Sudarmawan 18.7 persen. Akhmad Zaini 16.4 persen dan paling rendah Farid Alfauzi 13.5 persen.

Nama Farid Alfauzi, politisi senayan dari Hanura,yang berada diurutan paling buncit, bahkan lebih rendah dibanding kader Hanura yang ditangkap KPK Zaini, sempat menimbulkan tanya. “Farid baru menyalakan mesin, baru bergerak. Tapi dia bisa jadi kuda hitam di Pilkada Bangkalan,” ungkap Mufti.

Tak hanya populer, Bir Aly juga merajai rangking elektabilitas dari sisi top of mind dan elektabilitas tertutup. tingkat elektabilitas Bir Aly paling tinggi mencapai 29.4 persen. Diurutan ke dua muncul nama Ketua GP Ansor Bangkalan, Hasani Zubair dengan 14.1 persen. Berikutnya Mondir Rofi’i 12.3 persen. Abdul Latief Amin 11.7 persen. Imam Buchori 10.1 persen. Nasih Aschal 9.8 persen. Makmun Ibnu Fuad 8.5 perseb dan Hasan Buchori 3.8 persen.

Mungkin karena data hanya diolah dalam waktu sehari, banyak salah ketik nama dalam hasil survei. Hasani Zubair misalnya ditulis Hasan Zubair. Mathur Husairi ditulis Mathur Haris dan Farid Alfauzi dicatat Faris Alfauzi. “ini salah ketik saja, akan kami koreksi,” kata Mufti.

Penulis : Mukmin Faisal  
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan