Sampang, (Media Madura) – Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang Malik Amrullah, melalui Kabid Ekonomi Teknologi Tepat Guna (TTG) Moh Wasaton Hadi, mengungkapkan ada 108 desa dari total 180 desa di Kabupaten Sampang belum memiliki Badan Usaha Milik Desa (BUMDes).

“108 desa di Sampang tak punya BUMDes, sedangkan 72 desa sudah memiliki BUMDes,” kata Wasaton, Kamis (9/11/2017).

Padahal, lanjut Wasaton, pembentukan BUMDes merupakan program prioritas yang diluncurkan pemerintah pusat sebagai program nasional sesuai Undang-Undang (UU) Nomor 6 Tahun 2014 yang mengisyaratkan desa harus memiliki BUMDes. Selain itu, pihaknya sudah melakukan pembinaan terhadap 22 BUMDes selama lebih 10 tahun.

Menurutnya, selama ini yang menjadi problem yakni mayoritas Sumber Daya Manusia (SDM) masyarakat pedesaan belum mampu mengelola BUMDes. Meski Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) telah melakukan sosialisasi secara intens di setiap desa.

“Tapi sampai saat ini masyarakat masih minim tentang pemanfaatan BUMDes karena SDM itu, sehingga BUMDes di masing-masing desa tidak merata,” ungkapnya.

Dirinya memastikan, menjelang tutup tahun anggaran 2017 tidak memungkinkan seluruh desa membentuk BUMDes. Dengan demikian, pihaknya menargetkan di tahun 2018 setiap desa harus memiliki BUMDes. Jika desa tidak membentuk BUMDes maka bisa dijatuhi sanksi.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.