Ketua IKA UINSA Sumenep akan Dimejahijaukan

Hambali Rasidi

Sumenep, (Media Madura) – Pemberitaan hasil rekrutmen Panitia Pengawas Kecamatan (Panwascam) Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang disebut ada unsur titipan dan booking kecamatan sepertinya akan berbuntut panjang. 

Pasalnya, nara sumber dalam berita itu tidak menyertakan bukti. Sehingga dinilai mencemarkan nama baik komisioner Panwaskab Sumenep.

Seseorang mengaku Sahdi dalam pembicaraan via telepon dengan salah satu wartawan media online di Sumenep menyebut apa yang disampaikan Ketua IKA UINSA Korda Sumenep, Hambali Rasidi tidak bisa dipertanggung jawabkan.

“Tunggu saja hasil akhirnya. Yang ngomong rekrutmen Panwascam Sumenep ada titipan dan borongan, akan kena getahnya di hadapan hukum,” ancamnya dari ujung telepon sambil menutup pembicaraan.

Dia mengisyaratkan akan membawa masalah rekruitmen Panwascam yang dituding sarat titipan oleh Hambali Rasidi ke ranah hukum dengan tuduhan pencemaran nama baik.

Menanggapi hal itu, Hambali Rasidi saat dihubungi  mengaku tidak mengerti apa yang dimaksud pencemaran nama baik. Mantan Aktivis 98 di Surabaya ini menghargai hak orang lain untuk memperkarakan dirinya.

“Itu hak individu jika dianggap mencemarkan nama baik. Yang pasti, saya tidak mengarang cerita alias saya tidak menebar fitnah,” tegas Hambali.

Ia menjelaskan, apa yang dikatakannya berdasar fakta bahwa kabar aksi titip-menitip itu bukan hanya dirinya yang mendengar.

“Saya kan hanya bilang, mendengar isu ada borongan atau titipan siapa yang akan lolos sebagai anggota Panwascam. Yang mendengar kabar itu bukan hanya saya, banyak yang dengar kabar itu,” ucapnya. 

“Makanya, saya bilang, semoga isu titip dan borong anggota Panwascam tidak benar. Sederhana kan memahaminya,” tukas Hambali simpel.

Hambali mengaku mendengar isu titip menitip nama jauh sebelum seleksi dilajukan, bukan hanya usai hasil tes tulis saja. 

“Saya punya cerita dari awal. Jauh sebelum pengumuman pendaftaran Panwascam dibuka. Saya paham sekali modusnya. Lewat pintu siapa yang menggaransi bisa lolos. Biar saya cerita ke depan penyidik jika memang saya dilaporkan. Biar penyidik yang mengembangkan,” ujarnya mengancam balik. 

Sebelum ini, Ketua Panwaskab Sumenep, Hosnan Hermawan membantah isu yang dilontarkan oleh Hambali Rasidi tersebut.

Katanya, hasil tes tulis peserta rekrutmen Panwascam kemarin sudah dilakukan semaksimal mungkin dan sesuai dengan hasil tes calon peserta.

“Yang beredar diluar itu kan hanya isu, peserta yang lolos itu sudah sesuai dengan hasil tes,” jawabnya.

Lebih lanjut Hosan bilang, dari enam peserta yang dinyatakan lulus di masing-masing kecamatan tidak ada satupun titipan dari pihak manapun, itu murni dari hasil tes tulis peserta beberapa waktu lalu.

“Hanya hasil tes tulis itu yang menjadi barometer kami. Ya dipersilahkan kaji ulang yang masuk enam besar di masing-masing kecamatan. Kami tiga komisioner tidak pernah berstatmen seperti itu (ada yang dijamin lolos),” tukasnya.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.