Dok/MM : Kepala Dinas Pendidikan Sampang Moh Jupri Riyadi (kiri) bersama Gubernur Jatim Soekarwo saat kunjungannya di Sampang beberapa waktu lalu, (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Pemerintah Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, merencanakan membangun lembaga sekolah terpadu khusus anak yatim dengan masa pendidikan selama 12 tahun. Hal itu diungkapkan Kepala Dinas Pendidikan Sampang, Moh Jupri Riyadi.

“Kami mempunyai wacana pendidikan murni prioritas anak yatim yang dibina oleh Pemkab Sampang sejak TK, SD, SMP, hingga SMA, ini atas inovasi langsung pak Bupati,” ucap Jupri ditemui diruangannya, Selasa (26/9/2017).

Jupri mengatakan, konsep pendidikan di sekolah terpadu seperti pondok pesantren. Prioritas siswa terbagi 80 persen bagi anak yatim dan 20 persen bagi siswa yang benar-benar dari keluarga tidak mampu. Untuk lokasi sekolah terpadu itu akan ditempatkan berada di wilayah Jalan Trunojoyo, Kelurahan Rongtengah, tepat di Rumah Dinas Pendopo Bupati Sampang.

Wacana pembangunan sekolah terpadu tersebut semua biaya ditanggung oleh APBD Sampang tahun anggaran 2018. Saat ini, pemerintah masih membuat kajian rancangan proposal untuk dipresentasikan kepada Gubernur Jawa Timur Soekarwo.

“Nanti di sekolah terpadu itu murni belajar disana, semua biaya ditanggung pemerintah, jika ini berhasil maka terobosan pertama pendidikan di Madura, akan kita tunjang terus semoga bisa berhasil,” terangnya.

Sementara Bupati Sampang Fadhilah Budiono, membenarkan wacana pembangunan sekolah terpadu tersebut. Hanya saja, pihaknya masih mencari lokasi sekolah yang strategis bebas banjir.

“Tapi itu baru wacana, masih akan dibahas lagi sekiranya bisa berhasil dan disetujui Pemerintah Provinsi Jatim maupun Pemerintah Pusat,” singkatnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan