Ilustrasi / google

Pamekasan, 20/9 (Media Madura) – Kurang lebih 82 desa dari 189 desa/kelurahan yang tersebar di 13 kecamatan di Pamekasan, Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengalami kekeringan, 52 desa diantaranya masuk kategori kritis air.

Dikatakan oleh Koordinator Tim Reaksi Cepat (TRC), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Pamekasan, Budi Cahyono, 52 desa yang tercacat masuk katagori kering atau kritis air akibat kemarau panjang itu menjadi atensi tersendiri khususnya dari pemerintah kabupaten setempat.

“Untuk kemarau kali ini, sebanyak 82 desa mengalami kekeringan. Sekitar 52 di antaranya masuk katagori kering kritis,” katanya, Rabu (20/9/2017).

Sehingga beberapa dearah tersebut, tambah Budi, membutuhkan suplai air yang lebih maksimal. Pihaknya bersama sejumlah instansi lain hampir setiap hari mendistribusikan air ke titik rawan kekeringan.

“Kami hampir setiap hari ke daerah-derah itu, kami juga dibantu PDAM,” tambahnya.

Adapun desa yang masuk katagori kering kritis diantaranya Desa Bujur Barat, Bujur Tengah, Larangan Luar, Larangan Tokol, Majungan, Padelegan, Desa Pagagan dan beberapa desa lainnya.

Penyuplaian air ke daerah terdampak kekeringan itu menggunakan tujuh armada truk tangki, empat tangki milik BPBD dan tiga lainnya milik Perusahaan Daerah Air Minum (PDAM).

Reporter: Rifqi
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan