Ilustrasi

Sampang, (Media Madura) – Zahri Romadhon (35) warga Dusun Sumber Kuning, Desa/Kecamatan Jrengik, Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, berhasil dibekuk karena kedapatan membawa sabu seberat 0,5 gram oleh anggota Polsek Konang, Bangkalan.

Pegawai Puskesmas Jrengik itu ditangkap bersama temannya, Muzakki (40) warga Dusun Pancor, Desa Lomaer, Kecamatan Blega, Bangkalan, di Jalan Raya Desa Bandung, Konang, pada Senin (4/9/2017) lalu, pukul 21.00 WIB.

Kapolres Bangkalan AKBP Anissullah M Ridha, melalui Kasubbag Humas AKP Bidarudin mengatakan, tersangka Zahri Romadhon terlihat lihai. Dua kali lolos dari bidikan polisi dengan kasus narkoba jenis sabu-sabu. Tapi akhirnya, ia tertangkap bersama temannya saat bertransaksi.

“Dua pelaku salah satunya pegawai Puskesmas Jrengik Sampang, ini ditangkap polisi,” kata Bidarudin.

Bidarudin menjelaskan, polisi sudah mengintai pelaku sejak Rabu (30/8) lalu sekitar pukul 15.00 WiB. Itu setelah polisi mendapat informasi dari masyarakat bahwa Zahri Romadhon bersama temannya sering melakukan transaksi narkoba di Jalan Raya Desa Bandung, Kecamatan Konang.

Pada Senin (4/9) sekitar pukul 11.00 WIB, Zahri Romadhon dan Muzakki kembali masuk wilayah Kecamatan Konang. Akhirnya, polisi melakukan penyanggongan. Namun, mereka lebih gesit dari polisi dan berhasil meloloskan dari.

Tepat di malam hari pukul 21.00 WIB, dua pelaku kembali lagi masuk wilayah Konang. Tak mau lepas target sasaran, polisi langsung membuntuti kendaraan pelaku.

Sesampainya di TKP Jalan Raya Desa Bandung, Kecamatan Konang, polisi langsung menghentikan motor Honda Vario hitam dengan nomor polisi (nopol) M 6589 PI yang dikendarai pelaku.

“Petugas menggeledah, ternyata terdapat tisu yang di dalamnya terdapat satu bungkus plastik klip kecil sabu seberat 0,5 gram,” terangnya.

Pengakuan pelaku, barang haram didapat dari seorang bandar bernama Mukhlis, warga Desa Durin Barat, Kecamatan Konang. Polisi langsung melakukan penggerebekan di rumah Mukhlis.

Sayangnya, yang bersangkutan sudah tidak ada berada di rumahnya. Sehingga, Mukhlis ditetapkan sebagai DPO. Polisi meminta masyarakat segera melapor kepada petugas jika mengetahui keberadaan pelaku.

Saat ini, tersangka masih ditahan di balik jeruji Mapolres Bangkalan. Keduanya dijerat dengan pasal 112 ayat (1) Undang-Undang RI Nomor 35 Tahun 2009 tentang Narkotika dengan ancaman hukuman lima tahun penjara.

Penangkapan seorang pegawai Puskesmas Jrengik Sampang karena kasus narkoba mendapat respon langsung dari Bupati Sampang Fadhilah Budiono dan Dinas Kesehatan dr Firman Pria Abadi.

Sanksi pemecatan pun akan diberikan kepada Zahri Romadhon. Mengingat, Pemkab Sampang bersikeras memberantas peredaran narkoba kepada semua kalangan hingga jajaran abdi negara.

“Sudah diwanti-wanti agar tidak bermain-main dengan narkoba, saya pastikan itu (Zahri-red) diberhentikan dari pegawai Puskesmas Jrengik,” tegas Fadhilah yang juga Ketua Badan Narkotika Kabupaten (BNK) Sampang.

Di tempat yang sama, Kepala Dinas Kesehatan (Dinkes) Sampang, Firman Pria Abadi, memastikan pemberian sanksi pecat dihadiahkan untuk Zahri. Tanpa menunggu waktu lamu, surat pemberhentian telah dikirim ke Puskesmas Jrengik.

“Kita sudah kirim surat pemberhentiannya pada Rabu kemarin, Zahri Romadhon ini sudah sudah setahun bekerja sebagai waker di Puskesmas Jrengik,” tandasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan