Serapan Anggaran Dinas PUPR Sampang Hanya 8,8 Persen

Sampang, 3/8 (Media Madura) – Penyerapan anggaran di Dinas Pekerjaan Umum dan Penataan Ruang (PUPR) Sampang hanya mencapai 8,8 persen dari total anggaran tahun 2017 sebesar Rp 206 miliar. Terhitung sejak awal Januari hingga Juli.

Anggaran tersebut merupakan pengadaan barang dan jasa Dinas PUPR Sampang. Serapan anggaran 8,8 persen itu paling banyak terpakai untuk operasional kegiatan seperti penyusunan perencanaan.

Kepala Dinas PUPR Sampang Sri Handoyo Sudono, mengatakan salah satu penyebab belum signifikannya penyerapan anggaran karena sedang tahap pelaksanaan kegiatan.

“Inikan semua Surat Perintah Kerja (SPK) saja baru Jumat 4 Agustus besok, saat ini masih dalam tahap pelaksanaan kegiatan, progesnya itu masih berjalan sesuai dengan jadwal,” kata Sudono ketika dihubungi, Kamis (3/8/2017).

Untuk itu, dirinya menyakini jika SPK selesai pencapaian penyerapan anggaran bisa langsung meningkat. Sehingga, pihaknya tak lagi menginginkan bahan pembahasan di tingkat legislatif.

“Insyaallah pasti bisa memenuhi target penyerapan, memang kemarin sempat dipanggil oleh legislatif, bukan hanya Dinas PUPR tapi semua mitra kerja Komisi III,” ujarnya.

Tak hanya itu, informasi diterima mediamadura.com, anggaran masing-masing OPD di lingkungan Pemkab Sampang dipangkas sebesar 2,5 persen dari total anggaran, besarannya sekitar Rp 5 miliar. Artinya setiap bidang kegiatan di OPD terpangkas senilai Rp 500 juta.

“Soal pemangkasan itu tanyakan langsung ke Bappelitbangda Sampang,” tutur Sudono.

Minimnya serapan anggaran menjadi perhatian serius bagi kalangan legislatif. Bahkan, sorotan datang dari Anggota Komisi III DPRD Sampang Anwar Sanusi. Ia mengaku kecewa dan prihatin terhadap kinerja masing-masing OPD di lingkungan Pemkab Sampang. Padahal, pihaknya sudah mewanti-wanti sejak beberapa waktu lalu termasuk persoalan DAK 2017.

Alasan itu bukan tanpa sebab, karena tidak terserapnya anggaran berdampak pada perekonomian masyarakat. Termasuk jadi bahan pembahasan di tingkat Jawa Timur. Maka dari itu, etos kerja OPD perlu dipacu agar serapan anggaran sesuai proges.

“Nanti ini akan menjadi agenda rutin kami dalam setiap bulan mempertanyakan serapan anggaran di masing-masing OPD sampai sejauh mana, karena juga hasil evaluasi di Jatim bahwa serapan anggaran Sampang ini terendah dari daerah lain,” tegasnya.

Reporter: Ryan Hariyanto
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan