Sumenep, 14/5 (Media Madura) – Pelatih Madura FC, Salahudin seperti tak dapat menyembunyikan kekesalannya usai timnya dikalahkan Persigo Semeru FC dalam lanjutan Liga 2 Indonesia, Sabtu (13/5/2017) kemarin.

Pasalnya, pada pertandingan tersebut, Salahudin merasa timnya kalah bukan karena permainan, melainkan karena dikerjai wasit yang memimpin pertandingan.

“Saya bilang, 50 persen mereka (Semeru FC.red) menang karena wasit,” ungkap Salahudin kesal, Minggu (14/5/2017).

Pelatih yang jarang berkomentar soal kinerja wasit ini menyebut, setidaknya ada dua indikasi insiden, sehingga dirinya merasa wasit sudah bertindak tidak adil.

“Pertama saat bola sudah ditangkap kiper, didorong, lepas, ditendang, lalu gol dan sah (gol disahkan wasit), tapi saat M. Irvan (striker Masura FC) terjatuh karena jelas-jelas dikait dari belakang di kotak penalti, malah tidak ada apa-apa,” bebernya.

Namun demikian, mantan arsitek Perssu Sumenep ini enggan memperpanjang persoalan yang terjadi di lapangan, karena tidak hanya timnya yang pernah merasa dirugikan oleh kinerja wasit.

Dia bilang, lebih baik dirinya memetik pelajaran dari hasil di Lumajang, bahwa apapun yang terjadi di lapangan, anak asuhnya tidak boleh kehilangan fokus, apalagi terpancing situasi.

“Yang penting kita ambil pelajaran dari semua ini, pemain harus menjaga konsentrasi sampai pertandingan usai, apapun yang yang terjadi di lapangan,” tandasnya.

Seperti diketahui, Madura FC untuk pertama kalinya mengalami kekalahan di ajang Liga 2. Tim yang bermarkas di Sumenep Madura ini kalah dengan skor tipis 2-1 dari Semeru FC.

Pada laga itu, Madura FC unggul lebih dulu di awal babak pertama, lalu disamakan tim tuan rumah di pertengahan babak kedua, dan kebobolan lagi di masa injury time.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Tinggalkan Balasan