Sumenep, 22/4 (Media Madura) – Maraknya berbagai paham yang mengancam terhadap keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI), Nahdlatul Ulama (NU) membentuk Pendidikan Khusus Da’i Ahlussunnah Wal Jamaah 1926 (DENSUS 26) yang merupakan wadah progresifitas kaum santri dalam menjaga keutuhan NKRI.

“DENSUS 26 ini lahir untuk memperjuangkan Islam yang benar-benar Rahmatan Lil ‘Alamin sebagaimana telah dipraktikkan Nabi Muhammad SAW. Rahmatan di sini tidak hanya mengupayakan masyarakat yang sejahtera, tapi juga yang harmonis tanpa konflik,” kata Koordinator Densus 26 Korwil Madura Raya, Nur Faizin, Sabtu (22/4/2017).

Menurutnya, keberadaan DENSUS 26 berupaya untuk menjaga dan merawat Islam ala Nusantara yang sudah turun temurun dan menjadi bukti persandingan atau harmoni Islam dan Negara. 

“Dengan DENSUS 26 diharapkan dapat tercipta kondisi sosial, politik, ekonomi, budaya dan keagamaan masyarakat yang nir fundamentalis, anarkhis, dan radikalis berkedok agama Islam dan mengancam keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI),” ucapnya.

Lebih lanjut ia menyampaikan, DENSUS 26 Korwil Madura hendak ikut berjibaku bersama NU dan kaum nahdliyin untuk menguatkan amaliah-amaliah dan nilai-nilai ahlussunnah wal jamaah yang selama ini menjadi landasan berpikir dan berpijak masyarakat Madura yang mayoritas NU. 

“Melalui Rumah DENSUS 26 diharapkan akan tumbuh, terjaga, berkembang nalar dan praktik beragama Islam yang ahlussunnah wal jamaah sebagaimana telah dicontohkan Nabi Muhammad SAW,” harapnya.

Rumah DENSUS 26 korwil Madura dilaunching hari ini, Sabtu (22/4/2017) jam 11.30 WIB bertempat di Jl. Trunojoyo Gg. XII No. 2 B Kolor Kabupaten Sumenep. Peresmian dihadiri sejumlah tokoh ulama Sumenep dan Imam Besar DENSUS 26, KH Marzuki Mustamar.

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan