Pamekasan, (Media Madura) – Setelah menunggu hampir 14 tahun, Taufadi bersama istri dan keluarga akhirnya mendapat kesempatan menunaikan ibadah haji tahun 2026.
Perjalanan panjang itu dimulai pada 18 Juli 2012. Saat itu, atas dorongan sang istri, Taufadi mendaftar haji melalui salah satu bank di Pamekasan dengan setoran awal Rp25 juta per orang. Kala itu, estimasi masa tunggu sekitar 10 tahun sehingga mereka diperkirakan berangkat pada 2022.
Namun, pandemi Covid-19 yang terjadi pada 2020–2021 membuat antrean keberangkatan semakin panjang. Jadwal keberangkatan yang semula diperkirakan 10 tahun mundur menjadi sekitar 13 hingga 14 tahun.
“Alhamdulillah, setelah menunggu sekitar 14 tahun kurang enam bulan, kami akhirnya mendapat surat panggilan dari Kemenhaj untuk berangkat haji tahun ini,” ujar Taufadi.
Pada 2018, Taufadi juga mendaftarkan kedua orang tuanya untuk haji di Sumenep, sementara ibu mertuanya didaftarkan di Pamekasan. Sebelumnya, pada 2015, ketiganya juga telah diberangkatkan umrah oleh keluarga.
Taufadi bersama istrinya, Hj. Ansari yang kini menjabat Anggota Komisi VIII DPR RI Fraksi PDI Perjuangan Dapil Jatim XI, kemudian melunasi biaya haji pada Desember 2025.
Keduanya juga mengajukan penggabungan mahram agar ibu dan ibu mertua bisa berangkat bersama mereka. Dalam aturan Kementerian Haji, penggabungan mahram diperbolehkan bagi keluarga inti yang sudah terdaftar minimal lima tahun.
“Ini tentang pengabdian dan bakti kami pada kedua malaikat tak bersayap kami,” kata pria yang saat ini menjabat Ketua DPC PDI Perjuangan Pamekasan itu.
Proses penggabungan mahram dan mutasi porsi haji disebut berjalan lancar. Ibu Taufadi digabung bersama dirinya, sedangkan ibu mertua digabung bersama sang istri.
Taufadi juga mengungkapkan bahwa ayahnya wafat pada 2023. Karena itu, pada pelaksanaan haji tahun ini ia berniat membadalkan haji untuk almarhum ayahnya. Sementara sang istri membadalkan haji untuk nenek buyutnya, almarhumah Sadenna.
Sebelumnya, Taufadi dan istri diketahui sudah pernah menunaikan ibadah haji pada 2019 menggunakan visa furoda.
Tahun ini, Taufadi dan keluarga tergabung dalam Kloter SUB-74 yang diberangkatkan melalui Bandara Juanda Surabaya menuju Bandara King Abdul Aziz Jeddah.
Kloter SUB-74 berjumlah 380 jamaah, terdiri dari 325 jamaah KBIHU Al-Mabrur Pamekasan, 51 jamaah KBIHU Darus Syifa’ Surabaya, serta empat petugas kloter.
Pelepasan calon jamaah haji Kloter SUB-74 dilaksanakan di depan Masjid As-Syuhada Pamekasan pada Minggu (10/5/2026) lalu. (Znl/Arif)


