Madura United di Ujung Tanduk, AQ: Lawan PSM Harga Mati Menang

Must read

- Advertisement -

Pamekasan, (Media Madura) – Madura United berada di ujung tanduk jelang laga terakhir Super League musim 2025/2026. Tim berjuluk Laskar Sape Kerrab wajib meraih kemenangan saat menghadapi PSM Makassar demi menjaga asa bertahan di kompetisi kasta tertinggi musim depan.

Pertandingan hidup mati tersebut akan digelar di Stadion Gelora Bangkalan pada Sabtu, (23/2026) mendatang. Kekalahan akan membuat Madura United dipastikan terdegradasi ke Liga 2 atau Liga Championship.

Saat ini, Madura United berada di peringkat ke-15 klasemen sementara dengan koleksi 32 poin. Mereka hanya unggul satu angka dari Persis Solo yang menempati posisi ke-16 dengan 31 poin.

Presiden Madura United, Achsanul Qosasi, menegaskan tidak ada pilihan lain selain menang saat menjamu PSM Makassar.

“Madura bagi kita nggak ada pilihan. Lawan PSM ini tentunya laga yang mutlak harus kita menangkan. Nggak ada pilihan lain bagi kita,” ujar AQ, sapaan akrab Achsanul Qosasi.

Menurutnya, Madura United tidak bisa terus bergantung pada hasil pertandingan tim lain untuk menentukan nasib sendiri di Super League.

“Tidak pas kalau kita selalu bergantung kepada klub-klub lain untuk selamat. Kita harus menentukan nasib kita di tangan kita sendiri,” katanya.

Pernyataan tersebut disampaikan AQ usai Madura United gagal mengamankan poin penuh saat bertandang ke markas PSIM Yogyakarta pada Minggu, (17/5/2026) kemarin.

AQ menilai permainan Madura United sebenarnya membaik di babak kedua. Ia memuji perubahan strategi yang diterapkan tim pelatih hingga para pemain tampil lebih berani dalam duel-duel di lapangan.

“Babak kedua pertarungan yang sesungguhnya dimulai. Semua pemain bertarung, berani one by one, berani head to head, dan mereka menguasai pertandingan. Tapi memang nasib kita belum bisa mencetak gol,” ungkapnya.

Menjelang laga penentuan kontra PSM Makassar, AQ juga meminta seluruh suporter Madura United memenuhi Stadion Gelora Bangkalan untuk memberikan dukungan penuh kepada tim.

“Suporter harus datang ke stadion untuk membesarkan hati pemain. Saatnya mereka mendukung Madura di tanah Madura,” tegasnya.

AQ mengingatkan pertandingan melawan PSM Makassar akan menjadi penentu nasib klub, apakah tetap bertahan di Liga 1 atau harus turun kasta ke Liga Championship.

“Ini pertandingan yang menentukan nasib kita. Tetap di Liga 1 atau terpaksa bermain di Championship,” ujarnya.

AQ juga menekankan bahwa Madura United merupakan kebanggaan masyarakat Madura yang harus tetap eksis, apapun hasil akhirnya nanti.

“Klub ini milik orang Madura, kebanggaan orang Madura, dan ini akan terus ada. Kalau kita turun ke Liga Championship atau Liga 2, pemain bisa pindah ke mana pun, tapi klub ini harus tetap ada di Madura,” tandasnya.

AQ berharap seluruh pemain tampil habis-habisan saat menghadapi PSM Makassar demi membalas dukungan masyarakat Madura selama ini.

“Saatnya kalian bermain habis-habisan. Mereka sudah hidup dari Madura. Mudah-mudahan akumulasi ketidakberuntungan selama ini berubah menjadi keberuntungan dan kita bisa memenangkan pertandingan,” pungkasnya. (Znl/Arif)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article