Dianggarkan Rp 15 Juta, Spesifikasi Pengadaan Komputer Smart Village di Sampang Barang Recehan

Must read

- Advertisement -
Redaksi
Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Sampang, (Media Madura) – Pengadaan perangkat komputer program Smart Village atau desa pintar di Sampang terus menuai polemik. Pasalnya, besaran satuan pembelian komputer jauh di atas harga pasaran.

Pembelian perangkat komputer dianggarkan senilai Rp 15 juta per unit. Anggaran ini diambilkan dari realisasi dana desa (DD) tahun 2025. Setiap desa wajib mengalokasikan dana tersebut untuk pengadaan 180 unit komputer sesuai jumlah total desa di 14 kecamatan di Sampang.

Alih-alih demi mendukung integrasi data urusan pemerintah desa. Anggaran pengadaan komputer dan aplikasi platform Smart Village menyedot APBN sebesar Rp 3,6 miliar.

Fakta terbaru, harga belasan juta itu hanya dibelanjakan barang yang memiliki spesifikasi komputer recehan alias kurang kompetitif di kelasnya.

Spesifikasi komputernya dipilih jenis merk Lenovo. Layarnya LED Panel dengan 21,5 inci. Meski terbilang perangkat all in one, namun komputer generasi 12 tersebut cukup memiliki prosesor Intel Core i5-12450H dengan RAM 8GB dan SSD 512GB.

Banyak tanggapan publik menilai anggaran yang cukup besar itu tak sepadan dengan fitur yang dimiliki. Harga pengadaan komputer Smart Village ditafsir kisaran harga Rp 5-7,5 juta.

Seorang Pembisnis jual beli Komputer di wilayah Kota Sampang menyebut, budget pembelian komputer seharga Rp 15 juta bisa dibelanjakan PC dengan prosesor Intel Core i7-atau sejenis lainnya yang dirancang memiliki spesifikasi tinggi untuk berbagai bidang.

“Bisa dapat Intel Core i9 kalau budget segitu, karena prosesor Intel Core i5 itu sudah seri lama apalagi generasi ke-12, bukan tidak mungkin bisa menunjang segala kebutuhan dan yang pasti tidak optimal,” ucap pria yang meminta namanya dirahasiakan itu, Kamis (31/7/2025).

Pria berusia 38 tahun itu menyarankan, pengadaan komputer yang dibagikan ke setiap desa agar menggunakan sistem terbaru minimal Intel Core i7. Hal ini sebagai upaya jangka panjang dan lebih mempuni secara spek.

Kepala Dinas Pemberdayaan Masyarakat dan Desa (DPMD) Kabupaten Sampang Sudarmanto, mengaku belum pernah mengecek fisik barang pengadaan komputer Smart Village. Dia menyarankan, pihak desa yang komplain dengan spek perangkat komputer bisa disampaikan ke instansinya.

“Belum pernah tahu lah, itu semua kewenangan desa semisal mau komplain sampaikan aja ke kita gak ada masalah,” kata Sudarmanto.

Pengadaan komputer dianggarkan sebesar Rp 15 juta per unit, ditambah pembelian platform Rp 5 juta. Total setiap desa mengucurkan dana desa sebesar Rp 20 juta untuk pembelian program Smart Village.

Bila diakumulasikan, program desa pintar menyedot anggaran Rp 3,6 miliar APBN dari jumlah 180 desa dari 14 kecamatan di Sampang.

“Iya jangan dihitung begitu, tidak semua desa membeli programnya, terserah desa belanja platform apa, kalau ada yang lebih canggih dan murah silahkan, tapi harus sesuai spek,” imbuhnya. (Ryan Hariyanto/Znl)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article