Pamekasan, (Media Madura) – Manajemen Madura United menyatakan menghormati keputusan Komite Disiplin (Komdis) PSSI terkait sanksi yang dijatuhkan usai laga kontra PSIM Yogyakarta pada 10 Januari lalu. Total denda sebesar Rp140 juta menjadi bahan evaluasi serius bagi klub, terutama dalam aspek kedisiplinan pemain serta pengelolaan suporter.
Direktur PT Polana Bola Madura Bersatu (PBMB), Annisa Zhafarina, menegaskan bahwa manajemen menerima keputusan tersebut sebagai bagian dari proses penegakan regulasi kompetisi. Namun demikian, Madura United juga menyoroti pentingnya ketegasan dan konsistensi perangkat pertandingan dalam memimpin laga.
“Kami menilai masih terdapat sejumlah keputusan pelanggaran yang kerap tidak masuk akal dan berpotensi memicu emosi pemain di lapangan. Hal ini perlu menjadi perhatian bersama demi menjaga kualitas, sportivitas, dan keadilan kompetisi,” ujar Annisa.
Ke depan, Madura United berkomitmen melakukan pembenahan internal secara menyeluruh, baik dari sisi tim maupun manajemen, sebagai bentuk tanggung jawab klub dalam menjaga marwah kompetisi nasional. Manajemen juga berharap seluruh pihak yang terlibat dapat menjalankan perannya secara profesional agar iklim kompetisi menjadi lebih sehat dan berkualitas.
Tak lupa, Annisa juga menyampaikan pesan khusus kepada suporter Madura United. “Kita pernah menjadi best supporter di musim 2023/24. Mari kita terapkan kembali semangat Madrudji sebagai identitas kebanggaan bersama,” tutupnya. (Znl/Arif)


