24.9 C
Madura
Minggu, Februari 1, 2026

Donasi Konser Valen DA7 Terkumpul Rp1,1 Miliar, Bangun Jembatan Penghubung Dua Kecamatan di Aceh Timur

Must read

- Advertisement -
Redaksi
Redaksihttps://mediamadura.com
Media online yang menyajikan informasi seputar Madura. Bernaung dibawah PT Media Madura Group.

Pamekasan, (Media Madura) — Donasi kemanusiaan dari Konser Valen DA7 untuk Aceh–Sumatra yang digelar pada 1 Januari 2026 di Kabupaten Pamekasan berhasil menghimpun dana sebesar Rp1,1 miliar.

Donasi tersebut dikoordinasikan langsung oleh CEO PT Bawang Mas Group, H. Khairul Umam atau yang akrab disapa H. Her. Selanjutnya, H. Her mengutus tim khusus Relawan Bawang Mas Group untuk berangkat ke Aceh guna menyalurkan bantuan secara langsung.

Setibanya di Aceh, dana hasil donasi dimanfaatkan untuk berbagai kebutuhan mendesak masyarakat terdampak bencana. Salah satu program utama adalah pembangunan jembatan di Desa Matang Panyang, Kecamatan Nurussalam, Kabupaten Aceh Timur.

Jembatan tersebut memiliki peran vital karena menghubungkan dua kecamatan, yakni Kecamatan Nurussalam dan Kecamatan Darul Amman, tepatnya menghubungkan Desa Matang Panyang dengan Desa Bagok Panah.

Pembangunan jembatan yang dikerjakan secara gotong royong oleh Relawan Bawang Mas Group bersama TNI setempat itu diberi nama Jembatan Tretan Madura–Aceh, sebagai simbol persaudaraan dan solidaritas antarwilayah.

Peletakan batu pertama pembangunan jembatan dilaksanakan pada hari ke-10 keberadaan relawan di Aceh, tepatnya Selasa (20/1/2026).

Koordinator Relawan Bawang Mas Group, Azif Mawardi Zein, menuturkan bahwa keberadaan jembatan tersebut sangat krusial bagi masyarakat setempat.

“Jembatan ini kami bangun pada hari ke-10 kami berada di Aceh. Harapannya, akses yang sempat terputus akibat banjir bisa kembali lancar, terutama untuk menunjang aktivitas pendidikan anak-anak serta perekonomian warga,” terangnya, Rabu (28/1/2026).

Selain pembangunan jembatan, Azif menambahkan bahwa donasi Konser Valen DA7 juga disalurkan dalam bentuk bantuan penunjang pendidikan, seperti komputer, seragam sekolah, dan alat tulis.

Tak hanya itu, bantuan juga diberikan untuk memenuhi kebutuhan pokok masyarakat, berupa pakaian, makanan, santunan bagi anak yatim, hingga pembangunan hunian sementara.

“Donasi ini disalurkan ke tiga provinsi, yaitu Sumatra Utara, Sumatra Barat, dan Aceh. Selain pembangunan jembatan, bantuan juga berupa alat-alat bangunan, bantuan pendidikan, ribuan Al-Qur’an, serta ribuan paket sembako,” paparnya.

Hal senada disampaikan relawan lainnya, M. Khairul Umam, yang menyebutkan bahwa proses penyaluran donasi ke tiga provinsi tersebut membutuhkan waktu sekitar 15 hari, sementara pembangunan jembatan diperkirakan rampung dalam 30 hari.

“Menjadi relawan bukan hanya soal fisik, tapi juga mental. Dalam proses penyaluran donasi kami harus melewati jalan berlumpur, medan terjal, melawan arus sungai, bahkan sungai yang dikenal memiliki buaya,” ujarnya.

Pria yang sekaligus Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) itu juga berpesan mengenai pentingnya menjaga kelestarian lingkungan.

“Ini menjadi pengingat bagi kita semua bahwa menjaga dan merawat lingkungan itu sangat penting. Dampaknya luar biasa besar, seperti yang kita lihat dari bencana di Aceh dan Sumatra,” tukasnya. (*)

- Advertisement -

More articles

TINGGALKAN KOMENTAR

Silakan masukkan komentar anda!
Silakan masukkan nama Anda di sini

- Advertisement -spot_img

Latest article