Bupati Sampang Singgung Pemprov Jatim terkait Kabel Pompa yang Harus Impor Dari India

Sidak yang dilakukan Bupati Sampang H Slamet Junaidi dilokasi titik pompa air, Kamis (10/12/2020). (Ryan/MM).
Advertisement

Sampang, (Media Madura) – Kekesalan Bupati Sampang Slamet Junaidi nampaknya tak hanya soal pompa air yang tak berfungsi. Pemprov Jatim nampaknya tutup telinga tidak menanggapi permintaan pemerintah daerah.

Selama ini, Bupati Sampang pernah meminta Dinas PUPR Provinsi Jatim melakukan maintenance atau perawatan terhadap pompa air. Permintaan ini menyusul antisipasi timbulnya masalah ketika mesin pompa akan digunakan.

“Sudah dua kali sejak awal tahun 2019 kita kirim surat ke Gubernur melalui PUPR tapi tidak ada tanggapan sampai sekarang, sangat kecewa sekali,” ucap Slamet saat sidak di titik pompa air Jalan Delima, Kota Sampang, Kamis (10/12/2020) siang.

“Dulu mungkin pembangunannya kurang bagus, bukannya kami mau menyalahkan tapi bagaimana kita ada sinergi antara pemerintah daerah dengan Jawa Timur untuk menangani bencana ini,” imbuhnya.

Kata Bupati, ada dua mesin pompa air di Sampang tidak berfungsi, diantaranya pompa air di Jalan Raya Panggung dan Jalan Delima. Penyebabnya karena masalah over head dan kabel pompa hilang sejak tahun 2018 lalu.

Dirinya mengaku tak percaya dengan alasan yang dikeluarkan Pemprov Jatim mengenai kabel pompa yang harus impor dari India.

“Kabel itu katanya harus inden dari India, itu bohong tidak ada gitu, Indonesia pasti ada banyak, suruh beli ke saya,” tegas dia.

Sampang Dapat Bantuan Dua Pompa Cadangan Dari Jawa Timur

Bupati menyampaikan, saat ini Sampang mendapat bantuan dua mesin pompa cadangan dari Pemerintah Provinsi Jawa Timur. Ia juga mengupayakan bantuan mesin genset cadangan.

Pemasangan pompa dan genset cadangan akan ditempatkan di dua titik pompa yang tidak berfungsi. Sebab, jika pompa air berfungsi maksimal maka akan mengurangi dampak banjir.

“Setelah kita komunikasi sama Sekda Jatim sekarang juga mau dikirim pompa cadangan, cuman genset masih mau dikomunikasikan,” tuturnya.

Sementara itu, petugas operator pompa air dari UPT Pengelola Sumber Daya Air (PSDA) Wilayah Sungai Madura Ahmad Romadhan menerangkan penyebab tidak berfungsinya pompa air sebagai pengendali banjir.

“Pompa air Jalan Delima karena over head lantaran mesin pompa tidak pernah beroperasi lama hanya Kamis tadi baru dioperasikan mesinnya,” ujar Romadhan.

Reporter : Ryan
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.