Kasus Postif Covid-19 di Sumenep Diragukan

Kasi Haji dan Umroh Kemenag Sumenep, Moh. Rifa'i Hasyim

Sumenep, (Media Madura) – Kasus positif Covid-19 di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur diragukan sejumlah pihak. Salah satunya oleh pihak Kementerian Agama (Kemenag) setempat.

Empat warga Sumenep yang dinyatakan positif Covid-19 tiga orang merupakan petugas medis, dan satu orang pegawai Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep.

Mereka yang positif diduga terpapar dari klaster Pelatihan Tenaga Kesehatan Haji Indonesia (TKHI) Sukolilo, Surabaya, pada bulan maret lalu. Pada saat itu, Surabaya masih belum dikategorikan zona merah.

“Masa inkubasinya itu kan 14 hari, sementara pelaksanaan TKHI dari tanggal 9 sampai 18 Maret. Kalau dihitung sampai kemarin itu kan sudah satu bulan lebih,” kata Kasi Haji dan Umroh Kemenag Sumenep, Moh. Rifa’i Hasyim, Selasa (28/4/2020).

Sehingga, sambung Hasyim, pernyataan terhadap empat TKHI yang terpapar corona akibat ikut pelatihan haji terpadu di Surabaya sebenarnya hanyalah asumsi belaka.

“Artinya, apakah benar-benar itu dari sana apakah mungkin kena dari yang lain, ini sama-sama tidak tahu masih. Cuma karena kebetulan petugas haji, orang berasumsi dari klaster asrama haji, jadi semuanya berasumsi,” bebernya.

Lebih lanjut ia menjabarkan, jika merujuk pada keterangan ahli, masa inkubasi orang terkonfirmasi positif menderita virus corona adalah 14 hari. Sedangkan, empat dari sembilan TKHI tersebut baru dinyatakan positif pada 24 April 2020 lalu.

“Berarti masa 14 hari itu kan sudah berlipat lipat dilalui, kemudian virus ini pembawanya siapa, kan tidak ada yang tahu,” terangnya.

Sebelumnya, Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, A. Busyro Karim mengunumkan, 4 orang warga Sumenep positif corona. Semuanya merupakan klaster pelatihan TKHI Sukolilo, Surabaya, pada bulan maret lalu.

“Hari ini kita mendapatkan konfirmasi hasil SWAB empat orang petugas haji positif. Mereka selama ini tanpa gejala dan sudah melakukan isolasi mandiri,” kata Busyro, Jum’at (24/4/2019).

Keempat orang tersebut, tiga orang merupakan petugas medis, dan satu orang pegawai Kementerian Agama (Kemenag) Sumenep.

“Mereka tersebar di tiga kecamatan, yakni Kecamatan Kota dua orang, Kecamatan Saronggi satu orang serta Kecamatan Rubaru satu orang,” ungkapnya.

Reporter : Rosy
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.