Ahmad Kusairi

Pamekasan, (Media Madura) – Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) Pamekasan, Madura, Jawa Timur mengaku KO mengatasi pedagang kaki lima (PKL) yang semakin merajalela.

Hal itu diungkapkan, Pelaksana Tugas (Plt) Kasatpol PP Pamekasan, Ahmad Kusairi. Menurutnya, keberadaan PKL memang semakin tidak terkendali, seperti di Jalan Kabupaten, Jalan Diponegoro, dan jalan pusat kota lainnya.

Hanya saja, lanjut Kusairi, pihaknya menunggu instruksi dari pimpinan daerah untuk melakukan penindakan.

“Saat ini dalam tahap sosialisasi atau pendekatan ke para PKL,” katanya, Jumat (19/7/2019).

Sejatinya, sesuai Peraturan Daerah (Perda), para PKL tersebut akan direlokasi. Tetapi atas petunjuk bupati, mereka tetap dibiarkan hingga ada tempat relokasi bagi pedagang.

“Karena kebersihan itu bukan hanya tugas Satpol PP, Polisi dan instansi terkait, tetapi kebersihan dan keindahan kota adalah tugas bersama,” kelit Kusairi.

Mantan Camat Batumarmar itu dengan tegas akan melakukan relokasi PKL setelah tim penataan sudah menyiapkan tempat.

PKL di dua lokasi tersebut memang sejak pemerintahan sebelum Bupati dan Wakil Bupati, Baddrut Tamam-Raja’e dibiarkan beroperasi di tempat terlarang sebagaimana dalam perda.

“Pemerintah masih mencari tempat relokasi yang sedang dikaji oleh tim,” tutupnya.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.