Warga saat membeli tabung elpiji 3 kg untuk dibawa ke Pulau Mandangin Sampang, Selasa (12/6/2018). (Ryan Hariyanto/MM).

Sumenep, (Media Madura) – Menjelang lebaran, warga Kecamatan Masalembu, Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur dikabarkan mulai merasakan dampak naiknya harga elpiji 3 kg.

Meski tidak begitu signifikan, kenaikan tersebut cukup membuat warga resah. Saat ini, harga elpiji di sana sudah mencapai Rp 28 ribu per tabung dari sebelumnya Rp 25 ribu per tabung.

Kepala Badan Energi dan Sumber Daya Alam (ESDA) Pemkab Sumenep, Abd. Kahir saat dikonfirmasi menjelaskan, HET Elpiji 3 kg di Kabupaten Sumenep memang berbeda-beda setiap kecamatan.

Dan, HET tertinggi adalah di Pulau/Kecamatan Masalembu yang mencapai Rp 25 ribu, selisih Rp 9 ribu dari HET di semua kecamatan yang ada di daratan, yaitu Rp 16 ribu per tabung.

“HET tertinggi di Masalembu. Karena ada tambahan biaya distribusi Rp 9.000 per tabung,” ungkapnya, Senin (19/5/2019).

Sedangkan di kecamatan lain yang ada di kepualauan, seperti di Kecamatan Sapeken HET dipatok Rp 24.500, Kangayan dan Arjasa Rp 24.000 per tabung. Kecamatan Raas, Nonggunong dan Gayam Rp 22.000. Kacamatan Giligenting Rp 21.000 dan kecamatan kepulauan terdekat dari daratan, yaitu Talango hanya Rp 17.500.

“Harga elpiji untuk kepulauan memang lebih mahal dari daratan. Karena ada biaya tambahan, seperti menaik turunkan dari perahu. Tapi itu sudah sesuai aturan. Dan, seharusnya harga tidak melebihi HET,” tukas Kahir.

Reporter: Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.