Tembakau rajangan tengah proses jemur

Pamekasan, (Media Madura) – DPRD Kabupaten Pamekasan Madura, Jawa Timur, mulai mencium aroma permainan dari pabrikan terkait pembelian tembakau petani.

Salah satunya, adanya pembelian yang hanya mengutamakan tembakau milik petani tmyang bermitra dengan pihak pabrikan.

Wakil ketua DPRD Pamekasan Suli Faris mengatakan, dirinya telah menerima laporan dari masyarakat bahwa pembelian tembakau petani tidak sesuai harapan.

“Beberapa pabrik besar diduga tidak serius menyerap tembakau petani. Indikasinya, mereka hanya membeli tembakau milik petani yang menjalin kemitraan,” terang Suli Faris (4/9/2018).

Sementara, tambah Suli, untuk tembakau petani yang tidak menjalin kemitraan dengan pabrikan hanya dikesampingkan. Akibatnya, petani sulit memasarkan tembakau unggulannya.

“Sikap dari pabrikan ini yang hanya membeli tembakau yang menjalin kemitraan dengan mereka sangat merugikan petani,” tambahnya.

Menurutnya, sikap pabrikan terkesan semena-mena dalam mengambil kebijakan. Padahal, antara petani dengan pengusaha seharusnya sinergi.“kedua pihak sama-sama saling membutuhkan,” ujarnya

Suli meminta pemerintah kabupaten setempat untuk aktif memantau tata niaga tembakau. Tujuannya, melindungi petani dari konspirasi pemilik modal.

“Jika pemerintah bersama tim tidak bisa melakukan tindakan tegas, anggaran pemantauan akan dihapus dari APBD,” pungkasnya.

Reporter : Zubaidi
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.