Sumenep, (Media Madura) – Sekitar lima bulan berlalu, Kepolisian Resort (Polres) Sumenep, Madura, Jawa Timur, belum berhasil mengungkap pelaku penembakan di Dusun Beringinan, Desa Gapurana, Kecamatan Talango.

Penembakan yang merenggut nyawa Ibnu Hajar, warga setempat terjadi pada hari Jum’at 20 April 2018 silam. Ia ditembak orang tak dikenal sekitar pukul 18.45 WIB saat korban hendak mengirim beras ke panti asuhan, di Dusun Beringinan.

Dari serangkaian penyidikan, polisi sebenarnya sudah mengantongi ciri-ciri umum pelaku, polisi juga sudah mengidentifikasi proyektil yang digunakan, yakni jenis kaliber 3,8.

Jeni proyektil yang sudah dikirim ke Pusat Laboratorium Forensik (Puslabfor) Polda Jawa Timur itu jenisnya diduga mirip dengan proyektil yang biasa dipakai oleh petugas Kepolisian. 

Namun sayang, meski sejumlah fakta sudah terungkap, belum ada tanda-tanda identutas pelaku bakal segera berhasil dibongkar.

“Kami sudah lakukan koordinasi dengan tim IT Polda untuk melakukan seldom terhadap nomor handphone yang saat kejadian berada disitu, nomor HPnya siapa saja. Namun sampai saat ini, mohon maaf, belum mendapatkan hasil analisanya seperti apa,” kata AKP Tego S Marwoto, Kasat Reskrim Polres Sumenep, Selasa (4/9/2018).

Tego mengungkapkan, meski penyidik telah melakukan pemeriksaan kepada lima orang saksi di Mapolsek Talango, tapi hasilnya tetap nihil. Tego mengaku, pengungkapan aksi penembakan tersebut lebih sulit dibandingkan penanganan perkara pembunuhan lain.

“(Kasus ini) Tingkat kesulitannya agak tinggi dibandingkan kejadian lain. Tapi kami tetap berupaya untuk mengungkap itu, saya mohon waktu dan doanyalah agar perkara itu bisa segera terungkap,” jelas Kasat Reskrim telah berhasil mengungkap sebanyak tiga dari lima kasus pembunuhan yang terjadi di wilayah hukum Mapolres Sumenep.

Reporter : Rosy
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.