Pamekasan, (Media Madura) – Selama tahapan masa tenang Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) 2018 serentak, warga Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur agar bersama-sama melaporkan praktik politik uang dan pelanggaran lainnya.

Dikatakan oleh Ketua Bawaslu Pamekasan, Abdullah Saidi, imbauan mematuhi dan menghormati tahapan masa tenang pilkada serentak 2018 itu agar tidak terjadi hal-hal yang yidak diinginkan.

“Masa kampanye dinyatakan resmi berakhir per Sabtu (23/6/2018) lalu. Sekarang masuk tahapan masa tenang,” katanya, Senin (25/6/2018).

Ditambahkan oleh Saidi, tahapan masa tenang pilkada ini berlangsung selama tiga hari ke depan, terhitung sejak Minggu (24/6/2018) kemarin hingga Selasa (26/6/2018) besok. Pada masa tenang pilkada tersebut, terdapat beberapa poin penting yang harus dipatuhi oleh seluruh lapisan masyarakat.

“Tidak boleh ada kegiatan kampanye, lawan dan waspadai politik SARA, awasi dan laporkan praktik politik uang dan tertibkan alat peraga kampanye,” tambahnya.

Di Kabupaten Pamekasan sendiri diikuti oleh dua paslon pada pilkada tanggal 27 Juni tersebut. Nomor urut 1 adalah Baddrut Tamam-Raja’e (Berbaur) dan nomor urut 2 KH. Kholilurrahman-Fathorrohman (Kholifah).

Untuk pelaksanaan pilkada di daerah berslogan Bumi Gerbang Salam akan digelar di 1.583 Tempat Pemungutan Suara (TPS) yang tersebar di 178 desa dan 11 kelurahan di 13 kecamatan, melibatkan sebanyak 680.392 warga Pamekasan yang terdaftar dalam Daftar Pemilih Tetap (DPT). Meliputi sebanyak 328.430 pemilih laki-laki dan sebanyak 351.962 pemilih perempuan.

Reporter: Rifqi
Editor : Ist

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.