Sumenep, (Media Madura) – Kisruh rekruitmen Panwascam Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur yang diduga sarat titipan berujung Happy Ending bagi Panwaskab setempat.

Pasalnya, Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) menolak  pengaduan yang melaporkan Komisioner Panwaskab Sumenep, atas dugaan pelanggaran kode etik dalam rekrutmen Panwascam beberapa waktu lalu.

Sidang perkara dengan nomor registrasi 6/DKPP-PKE-VII/2018 itu digelar pada Kamis, (8/2/2018) di Kantor DKPP, Jalan M. H. Thamrin No 14 Jakarta Pusat, dengan agenda pembacaan putusan.

Usai sidang digelar, DKPP mengeluarkan salinan putusan Nomor 6/DKPP-PKE-VII/2018 atas pengaduan nomor 226/VI-P/L-DKPP/2017. Putusan itu bisa dilihat pada halaman wabsaite resmi DKPP.

Dalam surat putusan yang terdiri 18 lembar itu memutuskan DKPP menolak pengaduan Pengadu untuk seluruhnya, bahkan DKPP merehabilitasi nama baik teradu, yakni Hosnan Hermawan, Imam Syafi’i dan Wahyu Pribadi sejak dibacakannya Putusan ini.

Serta memerintahkan Bawaslu Provinsi Jawa Timur untuk menindaklanjuti

Putusan itu paling lama 7 (tujuh) hari sejak Putusan dibacakan dan memerintahkan Badan Pengawas Pemilihan Umum Republik Indonesia untuk mengawasi pelaksanaan Putusan ini.

Seperti diberitakan sebelum-sebelumnya, pasca pengumuman hasil tes tulis rekrutmen Panwaslu Kecamatan (Panwascam) di Kabupaten Sumenep 2017 lalu, beredar isu bloking kecamatan antar komisioner Panwaskab Sumenep, bahkan sangat kuat dugaan banyaknya ‘titipan”, sampai akhirnya dugaan itu berujung di meja hijau DKPP. 

Reporter: Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.