Hanya Cara Ini yang Bisa Anulir Nurfitriana sebagai Komisaris Bank BPRS Bhakti Sumekar

Direktur Utama Bank BPRS, Novi Sujatmiko

Sumenep, (Media Madura) – Polemik jabatan Komisaris PT. Bank BPRS Bhakti Sumekar yang kini diduduki istri Bupati Sumenep, Madura, Jawa Timur, Nurfitriana sepertinya masih akan terus menggelinding. 

Pasalnya, selain dinilai melanggar kepatutan secara etika, pengangkatan ibu satu anak itu sebagai Dewan Komisaris bank milik BUMD Pemkab Sumenep juga ditengarai tidak sesuai undang-undang.

Namun begitu, berbagai tudingan negatif telah dibantah keras oleh Direktur Utama Bank BPRS, Novi Sujatmiko, bahwa nama Nurfitriana diusulkan oleh Rapat Umum Pemegang Saham (RUPS) Luar Biasa dan sudah mendapat persetujuan Otoritas Jasa Keuangan (OJK).

“Semua sudah sesuai dengan perundang-undangan, beliau diusulkan RUPS-LB dan disetujui OJK, dan yang jelas juga sudah melalui fit and proper test,” katanya, Senin (5/2/2018).

Katanya, Nurfitriana itu sudah diusulkan pada tahun 2016 lalu ya, tapi memang baru disetujui akhir 2017. Sehingga, sama sekali tidak terbentur dengan PP baru yang ditandatangani Presiden Joko Widodo.

Lebih lanjut ia menerangkan, dalam perseroan terbatas, organ tertinggi adalah RUPS Luar biasa serta pemegang saham pengendali yang memutuskan.

“Yang jelas, kami sudah menjalankan hasil RUPS-LB sebagai dasar keputusan, termasuk prihal pengangkatan Dewan Komisaris. Kalau kenapa Ibu Fitri, itu hak prerogatif pemegang saham pengendali (Bupati),” tegasnya.

“Selanjutnya tinggal menunggu hasil dari surat yang akan kami kirim, apakah akan ada RUPS LB lanjutan atau tidak itu pemegang saham pengendali,” tugasnya.

Dia menyampaikan, Dewan Komisaris PT. Bank BPRS saat ini berjumlah dua orang, yakni Nurfitriana dan K Taufiqurrahman, hal tersebut sudah memenuhi syarat jumlah minimal pengawas perseroan terbatas. Keduanya akan menjabat selama tiga tahun kedepan.

“Yang berwenang mengangkat dan memberhentikan jabatan direksi seperti saya, dewan pengawas dan Komisaris itu sepenuhnya ada pada RUPS Luar Biasa. Saya tidak mau berandai-andai iya atau tidak ya (Pengangkatan Nurfitriana bisa dianulir), tapi semua keputusan ada pada RUPS-LB,” tandasnya.

Reporter : Rosy
Editor: Ahmadi

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.