Benarkah Polsek Tanjung Bumi Tak Gubris Laporan Tim Farid Alfauzi?

Bangkalan, (Media Madura) – Tim Pemenangan Calon Bupati Bangkalan Farid Alfauzi kirim sejumlah foto baliho Farid yang sobek karena dirusak seseorang. Foto itu dikirim oleh tim Farid di Kecamatan Tanjung Bumi.

Mereka juga kirim foto dengan Kapolsek Tanjung Bumi, AKP Yoyok Prasetyo sebagai bukti bahwa mereka telah melaporkan perusakan itu ke polisi.

Tapi tim Farid tak puas dengan respon polisi atas laporan itu. Rusli, salah satu korlap Tim Farid dan ikut melaporkan, menilai polisi lamban dalam memproses laporan itu padahal orang yang merusak berhasil ditangkap oleh tim Farid.

-Advertisement-

“Pelaku tak dipanggil, setidak diperiksa, dimintai keterangan dulu, proses selanjutnya terserah,” kata Rusli lewat sambungan telephone, Jumat, 19 Januari 2018.

Penyidik, kata Rusli, beralasan perusakan itu merupakan pidana pemilu. Yang berwenang menangani adalah Panwaslu bukan Polsek. Ditemani Kapolsek Tanjung Bumi, tim Farid kemudian diarahkan melapor ke Panwas Kecamatan Tanjung Bumi.

Namun, kata Rusli, laporan itu belum bisa diproses oleh panwas. Alasannya, saat ini para calon belum ditetapkan sebagai calon resmi konstenstan Pilkada Bangkalan. Sehingga berbagai dugaan pelanggaran pemilu belum bisa ditangani oleh Panwas.

“Kalau memang harus menunggu penetapan calon, kan bisa diproses polisi sebagai tindak pidana biasa,” ungkap Rusli kecewa.

Dihubungi terpisah, Kapolsek Tanjung Bumi, AKP Yoyok Prasetyo, membantah ucapan Rusli. Nada bicaranya mendadak tinggi karena Yoyok merasa dipojokkan. Menurut Yoyok, pihaknya tidak menolak laporan itu karena semua pelanggaran pemilu ditangani Lembaga khusus yaitu Panwaslu.

“Mereka sudah saya antar langsung ke panwascam, sudah dijelaskan tahapannya, tapi kok gak ngerti-ngerti. Malah memojokkan saya,” kata dia.

Yoyok mengatakan panwascam sudah menjelaskan bahwa laporan belum bisa diproses. Maksudnya, laporan itu bukan ditolak tapi ditunda prosesnya sampai para calon ditetapkan oleh KPU pada 12 Februari mendatang.

“Mereka kok gak paham-paham sih, semua ada mekanismenya, pidana pemilu ditangani oleh tim lintas Lembaga yang disebut Gakumdu,” terang dia.

Perusakan baliho Farid sendiri terjadi dua hari lalu di Dusun Asem Dilem, Desa Palanggiran, namun baru dilaporkan hari ini. Pelaku perusakan yang ditangkap bernama Muhammad warga Asem Dilem. Tim Farid curiga Muhammad diduga mengidap gangguan kejiwaan.

Penulis : Mukmin Faisal
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.