Sampang, (Media Madura) – Aksi teatrikal menolak dan menuntut evaluasi program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Kabupaten Sampang disuarakan oleh Pengurus Cabang Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Sampang.
Mahasiswa menggelar aksi demo dan melakukan teatrikal menuju kantor DPRD Sampang di Jalan Wijaya Kusuma, Kamis (25/6/2026) siang.
Dalam aksi teatrikal, mahasiswa membakar kemenyan dengan menabur bunga kembang, bahkan sebagian diantaranya menyapu jalanan.
Mereka berperan layaknya seorang dukun memperagakan bentuk pengusiran dan pembersihan terhadap makhluk gaib yang dianggap serakah menindas rakyat kecil.
Mahasiswa yang berperan sebagai rakyat kecil sempat berteriak menangis meronta-ronta meminta pemerintah memperhatikan sektor pendidikan. Dalam teatrikalnya, mahasiswa juga menyebut program MBG gambaran dari sampah korupsi maupun sampah pencitraan.
Usai aksi teatrikal ini sejumlah mahasiswa kemudian menggelar mimbar bebas dengan cara orasi bergantian membentuk lesehan melingkar.
Korlap Aksi PMII Sampang Rofii dalam orasinya mengatakan, pihaknya meminta pemerintah dan DPRD melakukan perbaikan tata kelola program MBG secara menyeluruh serta sinkronisasi kebijakan antar instansi.
DPRD didesak melakukan Rapat Dengar Pendapat (RDP) terbuka dengan seluruh OPD terkait, instansi vertikal, maupun pelaksana MBG, dalam kurun waktu 2×7 hari.
”Penting lagi bahwa pemerintah dan DPRD perlu melakukan moratorium terhadap keberadaan Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sampai ada kepastian regulasi,” ucap Rofii di Sampang.
Korlap lainnya, Latifah menyebut bahwa program MBG dianggap hanya membuang anggaran negara yang seharusnya dialokasikan untuk anggaran pendidikan di Sampang.
Pandangannya mengenai kepastian tentang kesejahteraan guru honorer dan PPPK paruh waktu. Meski mereka menjadi tenaga pendidik di berbagai pelosok desa hingga kini mengalami keterbatasan.
”Ketika belum sejahtera maka sangat berpengaruh terhadap kualitas pelayanan pendidikan secara keseluruhan,” kata Latifah.
Pantauan Media Madura, aksi mahasiswa sempat bersitegang terjadi aksi saling dorong dengan petugas kepolisian yang berjaga di gerbang kantor DPRD. Massa meminta ditemui langsung oleh Ketua DPRD atau pimpinan DPRD.
Namun beberapa perwakilan DPRD Sampang dari Ketua Komisi II Alan Kaisan, Ketua Komisi III Baihaki Munir, dan Wakil Ketua Komisi I Toipul Minan, menemui pendemo meski mendapat penolakan.
Situasi mereda setelah kedatangan Pimpinan DPRD Sampang Moh Iqbal Fathoni akrab disapa Bung Fafan menemui mereka. Massa akhirnya meminta pimpinan DPRD membacakan dan menandatangi MoU atas tuntutan mahasiswa.
Sementara itu, Pimpinan DPRD Sampang Moh Iqbal Fathoni menyampaikan, siap dan mendukung seluruh aspirasi mahasiswa.
”Kami sepakat aspirasi mahasiswa ini, kedepan secara proses dan pelaksanaannya akan dievaluasi terkait program MBG dan KDMP, kita akan rapat dengan semuanya secara terbuka,” singkatnya. (Ryan Hariyanto/Znl)
Demo Tandingan Dukung MBG, Mahasiswa Sampang Gelar Teatrikal Bakar Kemenyan
- Advertisement -


