Pamekasan, (Media Madura) – Dalam rangka perayaan Hari Pers Nasional (HPN) 2026 dan Hari Ulang Tahun (HUT) ke-80 Persatuan Wartawan Indonesia (PWI), PWI Pamekasan menggelar sejumlah kegiatan yang berlangsung selama beberapa hari.
Rangkaian kegiatan diawali pada Minggu (15/2/2026) dengan pelaksanaan cek kesehatan jantung yang menyasar wartawan dan kepala desa di Kabupaten Pamekasan. Kegiatan ini merupakan bentuk kepedulian terhadap kesehatan insan pers dan aparatur desa, serta terlaksana melalui kerja sama dengan Rumah Sakit Kusuma Hospital, Persaudaraan Kepala Desa Indonesia (PKDI), dan Persatuan Kepala Desa (Perkasa) Kabupaten Pamekasan.
Memasuki Senin (16/2/2026), PWI Pamekasan menggelar pameran lukisan di Gedung Bakorwil. Pameran yang menampilkan karya Budi dan Rena tersebut menjadi salah satu agenda utama dalam rangkaian perayaan HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI.
Selain pameran lukisan yang berlangsung dari pagi hingga malam hari, kegiatan pada hari yang sama juga diramaikan dengan Temu Wartawan dan Pengusaha se-Kabupaten Pamekasan serta talkshow pentahelik bertema penguatan empat pilar demokrasi. Agenda ini diharapkan mampu memperkuat sinergi antara insan pers, dunia usaha, serta pemangku kepentingan lainnya dalam mendukung pembangunan daerah dan kehidupan demokrasi yang sehat.
Di sisi lain, PWI Pamekasan juga menyelenggarakan lomba menulis esai dengan tema “Kritik Konstruktif terhadap Kebijakan Pemkab Pamekasan”. Lomba ini menjadi wadah partisipasi publik sekaligus mendorong budaya literasi kritis yang tetap mengedepankan etika dan solusi.
Rangkaian kegiatan HPN 2026 akan ditutup pada Rabu (18/2/2026) melalui kegiatan religi berupa lesehan bersama Ra Abbas, ulama muda yang juga Dewan Pengasuh Pondok Pesantren Al-Hamidy Banyuanyar. Momentum ini diharapkan membawa keberkahan sekaligus mempererat kebersamaan antarinsan pers dan masyarakat.
Melalui berbagai kegiatan tersebut, PWI Pamekasan berharap peringatan HPN 2026 dan HUT ke-80 PWI tidak hanya menjadi seremoni, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi kesehatan, literasi, kebudayaan, serta kehidupan spiritual masyarakat. (Znl/Arif)


