Faktor Perselisihan Penyebab Utama Banyaknya Janda Muda di Sampang

Sampang, (Media Madura) – Pengadilan Agama (PA) Kelas IB Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, mencatat faktor perselisihan dan pertengkaran menjadi penyebab utama tingginya angka perceraian. Penyebab inilah paling dominan dari tahun ke tahun dengan tembus angka mencapai 858 kasus.

“Lalu, disusul faktor ekonomi sebanyak 94 kasus dan faktor penelantaran salah satu pasangan dengan mencapai 32 kasus,” Panitera Muda PA Sampang Moh Nurkholis, Jumat (23/10/2020).

Ia mengatakan, kemudian faktor lain seperti kekerasan dalam rumah tangga (KDRT), judi, mabuk, terlibat kasus hukum, cacat badan atau impoten, dan kawin paksa.

Nurkholis menuturkan, sepanjang sembilan bulan terakhir di tahun 2020 ada 1.454 pengajuan gugatan cerai sudah masuk ke Pengadilan Agama. Dari jumlah itu diputus sebanyak 1.288 kasus. Artinya, sampai saat ini tersisa 166 perkara perceraian belum dilakukan putusan.

“Terhitung sejak Januari hingga September sudah ada 1.288 kasus telah resmi diputus dari 1.454 kasus perceraian yang masuk,” tuturnya.

Jumlah angka perceraian sangat tinggi terjadi di bulan Januari dibandingkan beberapa bulan lainnya di tahun 2020.

Januari ada 234 kasus, Februari ada 300 kasus, Maret 119 kasus, April ada 87 kasus, Mei ada 44 kasus, dan Juni ada 199 kasus. Selanjutnya, di bulan Juli 155 kasus, Agustus 155 kasus, serta September sebanyak 161 kasus.

Dia menambahkan, sebelum putusan sidang proses mediasi dilakukan terhadap pasangan yang menggugat cerai. Mediasi dilakukan dengan harapan perceraian antara kedua belah pihak diurungkan.

“Tapi hanya sekian persen yang berhasil dimediasi,” tandasnya.

Reporter : Ryan
Editor : Arif

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.