Langkah KPU Sumenep Cegah Penularan Covid-19 dalam Pelaksanaan Pilkada

Komisioner KPU Sumenep, Rofiqi Tanzil

Sumenep, (Media Madura) – Komisi Pemilihan Umum (KPU) Kabupaten Sumenep, Jawa Timur, melakukan sejumlah langkah dalam rangka mencegah penularan covid-19.

Komisioner KPU Sumenep, Rafiqi Tanzil menjelaskan, tahapan Pilkada sesungguhnya telah dilakukan sebelum masa pandemi, tetapi karena adanya pandemi Covid-19 sehingga seluruh tahapan mengalami perubahan.

Dikatakan, memasuki pandemi, dalam setiap tahapan pihaknya mengacu pada peraturan KPU nomor 6, 10 dan 11 tentang pelaksanaan pemilihan bupati di tengah bencana non alam virus corona.

“Jadi dalam PKPU itu sudah diatur semuanya tentang protokol kesehatan, terutama mulai dari coklit, petugasnya harus dirapid kemudian ke rumah-rumah menggunakan alat pelindung diri,” katanya. Jumat (16/10/2020) pagi.

Rafiqi juga mengatakan, dalam proses pendaftaran pencalonan pihaknya juga telah memberlakukan protokol kesehatan secara ketat. Yakni membatasi pasangan calon serta pengurus partai pengusung yang datang dan mendaftar ke kantor KPU.

“Jadi untuk para pendukung yang ikut dan tidak berkepentingan secara administratif tidak boleh masuk ke area kantor KPU,” urainya.

Pengetatan itu dan pemberlakuan protokol kesehatan, kata dia, juga berlaku saat pengundian nomor urut. “Yang boleh masuk itu hanya Paslon dan LO” sambungnya.

Pripsipnya, kata dia, untuk menghindari kerumunan. Dan pihak KPU telah memberikan imbauan dari awal sebelum pengundian dilakukan. Dan bahkan untuk kegiatan kampanye juga dilarang mengumpulkan orang banyak dan berkerumun.

“Untuk kampanye dan bentuk lain yang berupa rapat umum, konser musik, perlombaan saat ini sudah dilarang. Saat ini kampanye itu lebih diutamakan melalui media sosial atau melalui rapat-rapat daring. Boleh melakukan tatap muka, pertemuan terbatas tetapi tetap diatur pesertanya maksimal 50 orang dengan tetap menjaga jarak dengan mematuhi protokol kesehatan,” tegasnya.

Dan kegiatan kampanye tersebut harus mendapatkan izin dari satgas Covid Kabupaten serta dari pihak kepolisian dengan tembusan kepada KPU.

Untuk pelaksanaan pemungutan suara yang akan digelar pada 9 November 2020 mendatang, kata Tanzil, pihaknya memang belum mendapatkan panduan teknis, hanya saja pihaknya telah menyiapkan berbagai skenario untuk menerapkan protokol kesehatan.

Rafiqi juga memenegas, pihaknya akan lakukan rapid kepada seluruh petugas di TPS dan juga Linmas. Selain itu KPU akan menyediakan masker bagi pemilih, tempat cuci tangan dan pemberlakuan protokol kesehatan.

Reporter : Arif
Editor : Zainol

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.