Keutamaan Salat Tarawih

Oleh : Zaini Dahlan

*) Penulis adalah santri kelahiran Jember

Salat tarawih merupakan salat yang biasanya dikerjakan saat bulan ramadan setelah melaksanakan salat isya . Salat tarawih termasuk qiyamul lail atau salat malam, namun hanya dikhususkan pada bulan ramadan dan tidak disyariatkan untuk tidur terlebih dahulu. Berbeda dengan salat tahajud yang disyariatkan untuk tidur terlebih dahulu dan dilakukan di bulan apa saja.

Sejarah saalat tarawih berjamaah sebenarnya dimulai dari zaman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam. Pada malam bulan ramadan, Rasulullah mendatangi masjid dan melaksanakan salat malam, dan hal ini diikuti oleh para sahabat. Lambat laun semakin banyak sahabat yang ingin mengikuti salat malam dalam masjid, hingga suatu malam beliau tidak datang dan keesokan harinya beliau bersabda bahwa beliau takut umatnya akan mengira salat tarawih ini hukumnya wajib. Hal ini dikuatkan oleh hadis riwayat dari Imam Bukhari dan Muslim, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

Sesungguhnya aku lihat apa yang kalian perbuat tadi malam. Tapi aku tidak datang ke masjid karena aku takut sekali kalau shalat ini diwajibkan pada kalian’. Siti ‘Aisyah berkata: ‘Hal itu terjadi pada bulan Ramadhan’,” (HR. Bukhari dan Muslim)

Para ulama sepakat bahwa salat tarawih hukumnya sunnah. Salat ini dianjurkan bagi pria dan wanita dan merupakan bentuk syiar Islam. Mayoritas ulama berpendapat bahwa salat tarawih dilaksanakan secara jamaah sebagaimana yang dilakukan oleh Umar bin Khattab dan para sahabat. Umat Islam juga terus-menerus salat tarawih secara berjamaah karena adanya syiar Islam yang serupa dengan salat Ied.

Berikut ini, saya sampaikan ulasan mengenai keutamaan salat tarawih di bulan ramadan.

1. Diampuni dosa-dosanya

Dari Abu Hurairah, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda

“Barangsiapa melakukan qiyam Ramadan karena iman dan mencari pahala, maka dosa-dosanya yang telah lalu akan diampuni.” (HR. Bukhari no. 37 dan Muslim no. 759).

2. Salat tarawih bersama Imam seperti salat semalam penuh

Dari Abu Dzar, Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah mengumpulkan keluarga dan para sahabatnya. Lalu beliau bersabda,

“Siapa yang salat bersama imam sampai ia selesai, maka ditulis untuknya pahala qiyam satu malam penuh.”

Hal ini adalah suatu anjuran sehingga umat muslim mau mengerjakan salat tarawih dengan berjamaah.

3.Memperoleh pahala salat berjamaah

“Salat berjamaah lebih utama dibandingkan salat sendirian dengan dua puluh tujuh derajat.” (H.R. Bukhari).

Hal ini juga sebuah anjuran kepada umat muslim menjalankan salat berjamaah. Sehingga pahala yang diperoleh akan berlipat ganda.

4. Meningkatkan silaturrahim dan ukhuwah Islamiyah.

”Seorang yang menyambung silahturahmi bukanlah seorang yang membalas kebaikan seorang dengan kebaikan semisal. Akan tetapi seorang yang menyambung silahturahmi adalah orang yang berusaha kembali menyambung silaturahmi setelah sebelumnya diputuskan oleh pihak lain.” (HR. Bukhari).

Umat muslim yang pergi ke masjid dan menunaikan shalat tarawih berjamaah bisa bertemu dengan sanak saudaranya atau tetangga dan hal ini bisa mmeperkuat rasa persaudaraan dan ukhuwah islamiyah.(*)

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.