Ruangan sekolah dasar di Desa Pangongsean, Kecamatan Torjun, yang dibobol maling dipasang garis polisi untuk penyelidikan, Selasa (4/2/2020). (Ryan/MM).

Sampang, (Media Madura) – Polres Sampang masih menyelidiki kasus pembobolan sejumlah sekolah di wilayah Kabupaten Sampang. Memasuki kurun waktu bulan Maret tahun 2020 ini terdapat 7 lembaga pendidikan terjadi kemalingan.

Meliputi, di Kecamatan Tambelangan SDN Mambulu II, di Kecamatan Ketapang SDN Banyusokah II dan SDN Ketapang II.

Serta, Kecamatan Pangarengan SDN Apaan II dan SDN Gulbung I, di Kecamatan Torjun SDN Pangongsean I dan SMPN Torjun II.

Kapolres Sampang AKBP Didit Bambang Wibowo Saputro melalui Kasat Reskrim AKP Riki Donaire Piliang mengatakan, pihaknya mencari petunjuk untuk mengungkap kasus pencurian di sekolah. Dalam kejadian ini barang inventaris pihak sekolah dengan total senilai ratusan juta raib digasak para pencuri.

“Mohon dukungan dan doa semoga dalam waktu dekat bisa terungkap, kami saat ini masih mendalami dan lidik terhadap pelaku-pelaku lainnya,” ujar Riki, Kamis (12/3/2020) siang.

Sebelumnya polisi menangkap satu pelaku pembobol aset sekolah di SDN Banyusokah II Kecamatan Ketapang.

“Jadi dari 7 sekolah kemalingan hanya satu yang sudah ditangkap, kita kembangkan dulu,” jelasnya.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Nur Alam menyatakan kemalingan yang menimpa di sejumlah sekolah karena minimnya pengawasan malam ataupun penjaga sekolah.

“Sejauh ini petugas keamanan sekolah hanya bekerja dari pagi hingga sore, kalau malam tidak ada yang jaga,” kata Nur Alam.

Disdik menghimbau pihak lembaga sekolah lebih meningkatkan kewaspadaan dan pengawasan serta mempekerjakan petugas penjaga malam.

“Termasuk menaruk barang berharga ditempat yang lebih aman, kalau bisa kasih pintu jendela teralis,” tandasnya.

Reporter : Ryan
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.