Kasi Haji dan Umroh Kemenag Sumenep, Moh. Rifa'i Hasyim

Sumenep, (Media Madura) – Kuota haji dan pendaftar haji di Indonesia memang sangat tak berimbang. Itu terbukti dari panjangnya antrean yang kini melebihi 20 tahun.

Bahkan di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur, antrean haji dipastikan telah tembus 29 tahun. Artinya, jika mendaftar tahun 2020 ini, diprediksi baru berangkat tahun 2049 mendatang.

“Benar, masa tunggu untuk daftar haji 2020 sudah mencapai 29 tahun,” kata Kasi Penyelenggaraan Haji dan Umroh Kemenag Sumenep, Moh. Rifai Hasyim, Senin (10/2/2020).

Salah satu faktor lamanya pemberangkatan haji dikarenakan banyaknya masyarakat yang akan menunaikan ibadah haji, sementara kuota yang diberikan Arab Saudi sangat sedikit.

“Bahwa minat masyarakat Sumenep untuk baik haji sangat tinggi. Tetapi kuota tidak mendukung,” ungkapnya.

Kata Hasyim, di Sumenep, jumlah pendaftar rukun kelima ini relatif tinggi mencapai 20 hingga 30 orang setiap hari. Meski masyarakat masa tunggu haji saat ini sangat lama.

“Masyarakat rela menunggu hingga puluhan tahun, yang penting mereka tetap bisa menjalankan ibadah haji,” tandasnya.

Reporter : Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.