FGD Tentang garam di Hotel Odaita Pamekasan oleh Komisi B DPRD Jawa Timur bekerjasama dengan AJP, Jumat (24/1/2020).

Pamekasan, (Media Madura) – Pelaku garam di Pulau Madura, Jawa Timur bertemu dan menggelar Focus Group Discussion (FGD) tentang perlindungan terhadap petani garam, Jumat (24/1/2020).

Salah satu narasumber FGD, Muhammad Zainuri menyatakan, lahan Garam produktif di Madura sangat tinggi, yakni 60 persen dari luas lahan produktif secara nasional.

“Lahan garam di Madura sangat tinggi dan hal ini perlu dikawal bersama” kata Guru Besar Universitas Trunojoyo Madura itu, Jumat (24/1/2020).

Sementara Ketua Komisi B DPRD Jawa Timur, Aliyadi Mustofa menyatakan, tujuan FGD itu untuk menyatukan persepsi dalam rangka melindungi petani garam dari berbagai masalah.

“Komisi B akan menyusun Raperda tentang Garam yang tujuannya mensejahterakan petani garam,” katanya.

Kegiatan yang bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) itu diharapkan bisa menghasilkan rekomendasi-rekomendasi yang betul-betul berpihak kepada rakyat kecil di Jawa Timur, utamanya di Madura.

“Ini bagian dari niat bersama, terima kasih AJP telah bekerjasama,” tambahnya.

FGD tentang Perlindungan Petani digelar Komisi B DPRD Jawa Timur bekerjasama dengan Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP). Melibatkan seluruh pelaku garam di empat kabupaten di Madura.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.