Pamekasan, (Media Madura) – Puluhan jurnalis di Kabupaten Pamekasan, Madura, Jawa Timur menggelar aksi damai “Pamekasan Menggugat” menolak kekerasan terhadap pers yang terjadi di berbagai daerah saat melaksanakan peliputan aksi demonstrasi. Jumat (28/9/2019) pagi.

Demo insan pers ini digelar di depan taman aspirasi rakyat, jalan Kabupaten tepatnya di depan pendopo Ronggosukowati.

Puluhan pewarta dari berbagai perusahaan pers itu membentangkan sejumlah poster dengan berbagai tulisan menggelitik, seperti “Ijin melaporkan..! Ngomong Mitra tapi wartawan di tendang. DUMM”

Kata-kata menggelitik lainnya yaitu “Tolak Rilis Polri, Terima Rilis TNI”, “Kalian anarkis, kami boikot Rilis”, “Cukup mantanku yang kau rampas bukan kameraku #SaveWartawan”

Ketua Aliansi Jurnalis Pamekasan (AJP) Fathur Rossi menyatakan, aksi tersebut merupakan aksi damai untuk rekan seperjuangan yang menjadi korban amukan oknum aparat kepolisian saat menjalankan tugas-tugas jurnalistik meliput unjuk rasa mahasiswa di gedung DPRD Sumsel, Jalan Urip Sumoharjo, Makassar, pada Selasa (24/9/2019).

“Kami mengecam aparat yang melakukan tindakan melawan hukum, pers di lindungi undang-undang,” katanya.

Ketiga jurnalis itu masing-masing perwarta foto Kantor Berita ANTARA Muh Darwin Fatir, wartawan inikata.com Syaiful dan wartawan makassartoday.com Ishak Pasabuan.

Ia meminta, aparat yang melakukan tindakan represif itu, harus disanksi tegas.
“Polri harus turun tangan, cari oknum itu dan beri sanksi tegas,” tambahnya.

Tindakan represif yang dilakukan polisi terhadap Darwin dan dua wartawan lainnya itu, merupakan bagian dari pelanggaran Undang-Undang Nomor 40 Tahun 1999 tentang Pers. Sebab, sebagaimana diatur pada Pasal 8 UU Pers disebutkan bahwa dalam menjalankan profesinya, pers mendapatkan perlindungan hukum.

Usai melakukan orasi, uluhan pewarta itu lalu bergabung dengan ratusan peserta aksi demonstrasi mahasiswa.

Reporter: Ahmad Rifqi
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.