Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Sumenep, Sugiono Eksantoso

Sumenep, (Media Madura) – Angka putus sekolah di Kabupaten Sumenep, Madura, Jawa Timur hingga saat ini terbilang masih tinggi.

Bahkan, kabupaten ujung timur Pulau Madura ini tercatat menempati urutan kedua di Jawa Timur setelah Kabupaten Sampang.

Kepala Cabang Dinas Pendidikan Jatim Wilayah Sumenep, Sugiono Eksantoso menjelaskan berdasarkan angka putus sekolah dari SMP ke SMA di Jawa Timur mencapai 19,5 persen.

“Kebetulan angka putus sekolah di Kabupaten Sumenep berada di posisi nomor dua dari atas,” ujarnya, Senin (23/09/2019)

Dijelaskan, faktor penyebab angka putus sekolah sendiri yang terbanyak di antaranya karena persoalan ekonomi, pernikahan dini dan bekerja untuk menopang ekonomi orangtua.

Untuk hal itu, pihaknya berencana membentuk tim relawan penanganan terkait angka putus sekolah yang tersebar pada 27 kecamatan di Sumenep baik daratan maupun kepulauan.

“Kami akan membentuk tim relawan agar mensosialisasikan supaya anak yang putus sekolah bisa bersekolah lagi,” imbuhnya.

Dia melanjutkan, tim relawan yang bakal dibentuk di masing masing kecamatan akan melakukan entri data terkait siapa saja siswa yang putus sekolah pada lembaga pendidikan baik negeri maupun swasta.

“Kami akan memberikan tawaran kembali pada siswa yang bersangkutan untuk memilih sekolah yang mana, target kami penurunan hingga 2 persen dari 19,5 persen tadi,” jelasnya

Selain itu pihaknya tidak akan segan memberikan sanksi apabila lembaga pendidikan tidak menerima siswa yang putus sekolah. Dia mengancam akan mencabut izin sekolah tersebut.

“Jika sekolah tersebut tak menerima siswa tersebut, lembaga itup bisa dicabut izinnya,” tandasnya.

Reporter : Rosy
Editor: Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.