Najwa Ameera mendapat medali perak dalam olimpiade matematika Internasional di Thailand. (Sunnah for MM)

Sampang, (Media Madura) – Seorang siswi asal Kabupaten Sampang, Madura, Jawa Timur, berhasil meraih medali perak pada ajang kompetisi Thailand International Mathematical Olympiad (TIMO). Olimpiade tersebut berlangsung selama lima hari, sejak 4-8 April 2019 di Negara Thailand.

Dia adalah Najwa Ameera Kurniawan, siswi Sekolah Dasar Negeri (SDN) 2 Ketapang Barat, Kecamatan Ketapang.

Sayangnya, prestasi gemilang diraih pelajar yang duduk dibangku kelas 2 itu tanpa ada apresiasi dan perhatian khusus oleh pemerintah daerah dalam hal ini Dinas Pendidikan (Disdik) Kabupaten Sampang.

Siswi berumur 8 tahun ini berangkat ke Negeri Gajah Putih bersama sang ibu, Sunah dengan biaya pribadi.

Ketatnya persaingan dengan para peserta dari seluruh dunia, tidak mengurangi semangat Najwa Ameera demi membawa harum kota kelahiran dan Indonesia.

Orangtua Najwa Ameera Kurniawan, Sunah mengaku senang atas prestasi olimpiade matematika Internasional yang diraih oleh anaknya. Namun ia prihatin dengan sikap acuh tak acuh Disdik Sampang meski telah membawa nama baik Kota Bahari.

Seharusnya, lanjut Sunah, pemerintah memberikan motivasi moral kepada pelajar berprestasi yang hendak mengikuti ajang olimpiade, bukan sebaliknya. Sebab, munculnya pelajar prestasi bisa memberikan contoh kepada pelajar lainnya.

“Pihak sekolah sangat mendukung hanya pihak Disdik saja, sejak awal keberangkatan saya sudah berpamitan, tapi tanggapan Disdik seperti angkat tangan, alasannya karena yang menyelengarakan olimpiade itu pihak ketiga atau swasta bukan OSN, sampai ada jawaban ‘Ya silahkan kalau punya uang berangkat kalau tidak jangan berangkat’, akhirnya saya tetap memberangkatkan Najwa dengan biaya pribadi,” jelas Sunnah menirukan jawaban oknum Disdik Sampang, Selasa (9/4/2019).

Menurut Sunah, berbagai prestasi pernah diraih oleh Najwa sebelum mengikuti ajang kompetisi matematika Internasional di Thailand. Salah satunya meraih medali emas di ajang Topaz Olimpiade Nasional yang digelar pada bulan Februari 2019. Saat itu anaknya mewakili dari Provinsi Jawa Timur.

“Pernah saat JMFC di Jember mendapatkan perunggu, Alhamdulilah ketika di Thailand juga juara dan diajang itu juga dihadiri Konsulat Jenderal Republik Indonesia (KJRI), dan kami baru kembali ke Madura pada Selasa pukul 03.00 WIB dini hari, setelah lima hari di sana,” ujarnya.

Sementara saat dikonfirmasi Kabid Pembinaan SD Dinas Pendidikan Kabupaten Sampang Achmad Mawardi, mengungkapkan alasan pemerintah tidak bisa membiayai pelajar berprestasi yang dikirim hingga ke luar negeri karena yang menyelenggarakan kegiatan olimpiade adalah pihak ketiga atau swasta. Sehingga kegiatan tersebut tidak ada koordinasi dengan Kemendikbud.

“Itu bukan kegiatan olimpiade resmi atau ada kerjasama dengan Kemendikbud, model seperti ini sekarang banyak disini, sehingga kami tidak memiliki anggaran untuk membiayainya, Disdik hanya membiayai kegiatan olimpiade resmi yang dilaksanakan oleh pemerintah berjenjang dari tingkat kabupaten sampai nasional seperti Olimpiade Saint Nasional (OSN),” kata Mawardi dibalik telepone.

“Jadi atas keiikutsertaan siswi SDN 2 Ketapang Barat ini kami tidak tahu karena dari awal tidak ada koordinasi, tahu-tahu sudah menang, tapi kami bangga juga,” lanjutnya.

Pria yang akrap disapa Wawang ini menyampaikan, sebagai rasa bangga atas prestasi siswi asal Ketapang Barat tersebut pihak Disdik akan memberikan reward dan penghargaan yang akan diberikan pada Hari Pendidikan Nasional (Hardiknas) bulan Mei mendatang.

“Kami tetap bangga kepada anak kita yang memiliki prestasi dan berharap terus berprestasi sehingga menjadi motivasi bagi siswa lainnya,” tuturnya.

Dirinya menambahkan, Disdik Sampang menyediakan anggaran bagi siswa berprestasi yang mengikuti OSN. Setiap tahunnya dilakukan seleksi di tingkat kecamatan sampai kabupaten.

Bupati Perintahkan Disdik Memberikan Apresiasi

Bupati Sampang H. Slamet Junaidi angkat bicara mengenai prestasi yang diraih oleh Najwa Ameera Kurniawan. Secara tegas, dirinya memerintahkan Dinas Pendidikan untuk membackup siswi tersebut.

“Saya sangat bangga dengan prestasi siswi yang masih duduk kelas II SD ini membawa nama baik Sampang dan Indonesia, tentunya pemerintah daerah harus hadir memberikan apresiasi dan dukungan, bukan hanya itu termasuk beasiswa nanti, kalau memang layak kita berikan beasiswa dari SD sampai perguruan tinggi,” tegasnya.

Tak hanya itu, Bupati tak ingin pemberian apresiasi kepada pelajar berprestasi harus melihat olimpiade swasta mau pun resmi. Terpenting bisa membawa nama baik Kabupaten Sampang.

“Sekarang begini ya, kadang-kadang Disdik ini memang salah kapra juga, siapa pun dan apa pun bentuknya kalau ada anak siswa atau siswi berprestasi dari Sampang, kita wajib memberikan apresiasi, tidak terkait dia lewat jalur pihak ketiga atau lain, nanti saya perintahkan Kadisdik langsung,” tandasnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Ist

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.