Terdakwa Idris mengikuti sidang terakhir agenda pembacaan putusan di Pengadilan Negeri Sampang, Selasa (2/4/2019). (Ryan Hariyanto/MM).

Sampang, (Media Madura) – Terdakwa kasus pembunuhan berencana, Idris tanpa melalui penasehat hukumnya melakukan banding. Upaya itu disampaikan melalui pihak Rutan Kelas IIB Sampang.

Penasehat hukum tahap pertama, Arman Syahputra mengatakan terdakwa Idris menempuh jalur hukum banding setelah majelis hakim Pengadilan Negeri (PN) Sampang memvonis seumur hidup. Pengambilan sikap dengan menempuh banding berdasarkan keinginan Idris pribadi. Bahkan keinginan untuk banding langsung disampaikan melalui pihak rutan.

“Yang jelas dari pribadi Idris setelah divonis seumur hidup, mengajukan banding. Keinginan banding langsung disampaikan sendiri oleh Idris,” ucapnya, Selasa (9/4/2019).

Arman menyampaikan, saat peradilan Idris pada tahap II, pendampingan hukum tentunya berbeda tergantung keinginan pihak keluarga Idris.

“Saat banding tentunya untuk penasehat hukumnya berbeda tergantung pihak keluarga Idris, semisal jasa saya dipakai lagi, maka saya akan segera membuat proposal memori banding dan akan mempelajari materinya,” jelas Arman.

“Tetapi jika menggunakan jasa penasehat hukum orang lain, jasa saya sudah cukup saat sidang putusan itu, tapi saya tegaskan, secara pribadi Idris mengajukan banding,” lanjutnya.

Sementara Humas Pengadilan Negeri (PN) Sampang, I Gde Perwata membenarkan bahwa terdakwa Idris menyampaikan pernyataan banding. Menurutnya, proses peradilan banding kurang lebih membutuhkan waktu selama tujuh hari dengan hanya melalui pengiriman berkas banding.

“Nanti berkas banding dikirim ke Pengadilan Tinggi Surabaya untuk diperiksa lagi disana, semua kewenangan sudah ada di sana, selama satu minggu kemudian baru nanti ada putusannya yang akan turun ke PN Sampang,” singkatnya.

Reporter : Ryan Hariyanto
Editor : Zainol

Iklan

Tinggalkan Balasan

This site uses Akismet to reduce spam. Learn how your comment data is processed.